Menteri LH Turunkan Tim Ahli Dalami Longsor Cisarua, Singgung Urbanisasi

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) akan menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mendalam terhadap lanskap pascabencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa tim ahli diturunkan untuk menilai keadaan lingkungan yang terjadi secara saintis sehingga upaya yang dilakukan terstruktur.

"Kami menurunkan tim ahli sebagaimana kami lakukan di Sumatera karena kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira guna menentukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut," kata Hanif dilansir Antara, Minggu (25/1/2025).

Hanif menjelaskan bahwa kajian ini tidak hanya akan melihat dampak fisik dari longsor, tetapi juga menilai aspek ekologis, seperti kondisi tanah, vegetasi, dan potensi risiko bencana susulan, sehingga setiap langkah mitigasi bisa dilakukan secara tepat.

Baca juga: 8 Fakta Bencana Longsor Cisarua Telan Korban Jiwa

Hanif menambahkan bahwa aspek urbanisasi menjadi salah satu faktor perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar area longsor Cisarua ini.

"Sebenarnya ini aspek dari urbanisasi yang cukup masif di kota-kota sehingga membawa perubahan pola makan yang bukan kebiasaan kita, seperti kentang, kol, paprika, itu semua di daerah subtropis," katanya.

Hanif menjelaskan bahwa tanaman subtropis tersebut biasanya tumbuh di ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut, sementara karakter wilayah lokal berbeda.

Baca juga: Mendagri Dorong Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Usai Longsor di Cisarua

"Kita sebenarnya karakternya tidak seperti itu. Tahun 2025 dulu tidak semasif ini, sehingga ini membawa dampak pertanian naik ke gunung dan membuka lahan pertanian seperti ini," jelasnya.

Hanif menambahkan, untuk memastikan kajian ini berjalan tepat, tim ahli akan segera bergabung dengan pemerintah kabupaten di bawah pimpinan bupati.

"Kita akan melakukan pendalaman sangat detil terhadap landscape ini, dan kemudian akan dilakukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut. Kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detil bersama para ahli dari akademisi, dari badan riset dan lain-lain," tuturnya.




(rfs/rfs)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Yakin Jakarta Hari Ini Cerah, Modifikasi Cuaca hingga 27 Januari
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Pemilu Myanmar Masuk Babak Akhir: Partai Pro-Militer Unggul
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
ISP fasilitasi 650 penerima operasi katarak & kacamata gratis
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
KAI Palembang mulai penjualan tiket untuk mudik Lebaran 2026
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Transmart Full Day Sale Kembali Hadir, Diskon Besar AC dan Kulkas
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.