Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan komitmen partainya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah dan persoalan kesehatan.
Ia menyoroti bagaimana PDIP konsisten membangun tradisi kemanusiaan yang kuat melalui kader-kadernya, terutama kaum perempuan. Hasto menyebut sosok-sosok seperti mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini hingga Ribka Tjiptaning sebagai teladan dalam pengabdian kepada rakyat.
Advertisement
"Kita memuliakan kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan. Selama rakyat menderita, seperti di Aceh atau Sumatera Barat, meskipun secara politik PDI Perjuangan lemah di sana, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi elektoral politik. Maka kita terdepan, bahkan sampai sekarang Ibu Risma, Pak Ganjar, Mbak Ning (Ribka Tjiptaning), berbondong-bondong mengirimkan ambulans dan dokter ke daerah bencana," ujar Hasto dalam pidatonya di peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
Adapun Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, mengumumkan sebuah langkah strategis organisasi di Jawa Barat, yakni pembentukan relawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh provinsi.
"Kami telah berkoordinasi dengan Ibu Ribka Tjiptaning bahwa nanti akan ada relawan kesehatan berbasis desa dan kelurahan di seluruh Jawa Barat. Saat konsolidasi di tingkat ranting melalui Musyawarah Ranting, dari struktur yang ada, ada satu posisi yang kita tugaskan khusus sebagai relawan kesehatan," tegas Ono Surono.
Selain itu, Ono juga memperkenalkan yayasan Wanoja Perjuangan, sebuah wadah yang dibentuk oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat untuk menggerakkan kaum perempuan dalam menangani bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
"Wanoja artinya perempuan yang hebat dan mapan. Mereka mewakili semangat perempuan Jawa Barat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F25%2F25a79ac557058f2647117affca1ea2e0-20260125ron04.jpg)