Bisnis.com, JAKARTA — Manchester United (MU) akan melawat ke kandang Arsenal dengan kepercayaan diri tinggi, seiring dengan hasil positif pada Derbi Manchester pekan lalu, juga riwayat unik manajer Michael Carrick yang berpengalaman melibas The Gunners kala menjadi pelatih caretaker musim 2021.
Kala itu Carrick menjadi pelatih sementara di masa transisi MU selepas pemecatan Ole Gunnar Solksjaer, tepatnya mulai akhir November sampai awal Desember 2021. Tak heran, Carrick pun hanya bisa menemani Setan Merah dalam tiga laga saja.
Menariknya, ketiga laga MU dengan sosok Carrick di pinggir lapangan itu berakhir dengan dua kali menang dan sekali seri, tanpa kekalahan. Salah satu kemenangan terbilang mengejutkan, sebab Bruno Fernandes Cs berhasil melibas Arsenal asuhan Mikel Arteta yang bertamu ke Old Trafford.
Laga sengit itu berakhir 3–2 untuk tuan rumah, dihiasi gol duo pemain Portugal, satu dari Fernandes, serta dua gol Cristiano Ronaldo, di mana salah satunya berasal dari eksekusi penalti.
Praktis, pelatih yang juga pemain legendaris MU dalam skuad peraih trofi Premier League terakhir kali buat Setan Merah pada musim 2012/13 itu optimistis bisa kembali membuat kejutan dalam laga lanjutan Premier League kotra Arsenal di Emirates Stadium tengah malam nanti, Minggu (25/1/2026) pukul 23.30 WIB.
Terlebih, anak-anak asuhnya tengah membawa semangat baru berkat kemenangan dari Manchester City pekan lalu. Skuad pun bisa membawa kekuatan penuh, sebab hanya Matthijs de Ligt yang masih dalam kondisi cedera.
“Kami segar-bugar dalam pertandingan ini, jadi kami dalam kondisi bagus. Kami sedang butuh tantangan nyata dan laga ini akan jadi salah satunya,” jelasnya dalam konferensi pers resmi jelang bertandang ke Arsenal.
Menilik sisi kebugaran, MU memang punya peluang lebih baik dalam menjaga permainan intensitas tinggi sampai akhir laga. Sebaliknya, Arsenal punya tantangan manajemen pemain, sebab baru saja terbang pulang dari Italia untuk menjalani babak grup Liga Champions kontra Inter Milan.
Oleh karena itu, Carrick pun memberikan sinyal akan berani menyajikan permainan terbuka alias open play mengandalkan fleksibilitas para penyerangnya, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Benjamin Sesko, dan Joshua Zirkzee.
Menurutnya, Mbeumo bagus untuk mengokupansi ruang kosong lewat permainan bebas dan kombinasi satu-dua dengan Fernandes. Adapun, Sesko punya kapasitas berlari cepat, Cunha bisa membawa bola dari belakang, dan Zirkzee punya semua kemampuan untuk menggebrak pertahanan lawan dengan gayanya tersendiri.
"Jadi kami punya banyak opsi untuk menyerang dan kami sudah merasakan itu minggu lalu [melawan Manchester City]. Setiap laga punya kebutuhan berbeda, jadi kami beruntung punya fleksibilitas tinggi di lini serang," tuturnya.
Sekadar info, MU akan mendapat cobaan berat dalam laga ini, sebab The Gunners secara statistik masih belum terkalahkan dalam 16 laganya di kandang. Bahkan, ketika bermain di Emirates, The Gunners mencetak 38 gol dengan hanya kebobolan 7 gol.
Namun, Setan Merah bisa memberikan kejutan lewat gaya serangan langsung dan transisi cepat, terutama melalui aksi-aksi Bruno Fernandes, si jenderal lapangan tengah berotak encer.
Buktinya, Bruno Fernandes kini tercatat mencetak 9 asis, menjadi pemain paling banyak berkontribusi soal peluang serangan di seantero Premier League, tepatnya 62 kali, dengan 42 di antaranya berasal dari open play.





