TABLOIDBINTANG.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi pada 27 hingga 29 Januari 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul kondisi atmosfer yang dinilai masih sangat dinamis di puncak musim hujan.
Plt. Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor global dan regional.
“Saat ini La Nina lemah masih aktif dan ikut memperkuat intensitas hujan. Selain itu, terdapat penguatan Monsun Asia serta dinamika atmosfer lain seperti MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby,” ungkap Andri kepada wartawan, Minggu (25/1).
BMKG mencatat puncak musim hujan masih berlangsung di wilayah selatan ekuator, termasuk Pulau Jawa dan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat potensi hujan sedang hingga lebat masih cukup tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.
Tak hanya itu, pola cuaca nasional juga turut dipengaruhi dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luwana.
“Walaupun siklonnya menjauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya masih terasa berupa peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi, khususnya di pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” jelas Andri.
BMKG mencatat kecepatan angin saat ini bisa mencapai 20 hingga 25 knot, jauh di atas kondisi normal.
Situasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir, nelayan, serta transportasi laut.
Untuk wilayah Jabodetabek sendiri, penguatan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada periode 27–29 Januari 2026.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena dinamika atmosfer kembali menguat pada periode tersebut,” tegasnya.
BMKG juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi, terutama jika hujan turun dalam durasi panjang.
“Hujan yang berlangsung lebih dari tiga jam tanpa henti biasanya menjadi pemicu banjir, genangan, hingga longsor,” tambah Andri.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi Info BMKG.
“Aplikasi Info BMKG merupakan satu-satunya aplikasi resmi yang dilengkapi radar cuaca. Masyarakat bisa melihat potensi hujan berdasarkan warna, intensitas, dan durasinya,” pungkasnya.
BMKG berharap masyarakat tetap waspada dan siap siaga, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Januari 2026.




