Banda Aceh (ANTARA) - Dua layanan medis kategori berat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang kembali berfungsi optimal seiring tahap rekonstruksi dan pemulihan pascabencana banjir bandang di wilayah tersebut.
"Saat ini ada dua layanan berat sudah aktif, yaitu hemodialisis (cuci darah) dan 'Intensive Care Unit' (ICU)," kata Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra di Aceh Tamiang, Ahad.
Andika mengatakan, layanan hemodialisis atau cuci darah termasuk rusak total saat peristiwa bencana banjir bandang pada 27 November 2025. Kini seluruh peralatan sudah dipulihkan dan mulai beroperasi sejak 24 Desember 2025.
"Total pasien kami itu ada 47 orang yang terdaftar untuk cuci darah rutin dengan 10 alat. Pas kami sudah aktif separuh dari pasien 23 orang sudah kembali cuci darah ke rumah sakit ini," ujarnya.
Ia menceritakan, ketika banjir semua pasien cuci darah (47 orang) menjalani perawatan keluar wilayah tersebut, yaitu ke rumah sakit Langsa hingga Medan (Sumatera Utara).
Baca juga: Puluhan pasien cuci darah RSUD Aceh Tamiang kembali akses layanan
Sekitar 24 pasien yang belum kembali mungkin dikarenakan belum bisa pulang karena rumahnya rusak berat.
"Mungkin kalau rumah mereka di sini sudah pulih, pasien akan kembali ke sini. Ini merupa salah satu prioritas layanan yang dibuka setelah UGD, rawat inap dan alat-alat, maka cuci darah," katanya.
Fasilitas cuci darah harus steril menggunakan instalasi RO. Saat ini kondisi mesin dan instalasi cuci darah di RSUD semuanya telah diganti baru sehingga dalam sehari bisa melayani sekitar lima sampai enam pasien dan aktif pada Senin-Sabtu.
"Biasanya pasien cuci darah itu kan, minimal seminggu dua kali. Kalau hari Sabtu layanan dilakukan setengah hari, tapi sejauh ini cuci darah ini sudah layanan optimal 100 persen," ujar Andika.
Baca juga: Trauma healing anak warnai pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang
Selain itu, saat ini RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga menerima bantuan pengadaan inkubator bayi dari alumni Ikatan Kedokteran Universitas Indonesia (IKUI) dan bantuan tempat tidur pasien dari pihak ketiga.
Dari total 243 tempat tidur (bed) di rumah sakit tinggal tersisa 60 bed akibat banjir. Padahal, dalam kondisi normal RSUD Aceh Tamiang masih kekurangan bed.
"Sekarang sudah banyak bantuan, mungkin ada sekitar 80 bed tempat tidur. Tapi masih butuh banyak lagi karena 243 bed saja itu kurang," katanya.
Pihaknya masih menerima rawat inap di IGD karena di ruangan lain belum ada tempat tidur.
"Saat ini ada dua layanan berat sudah aktif, yaitu hemodialisis (cuci darah) dan 'Intensive Care Unit' (ICU)," kata Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra di Aceh Tamiang, Ahad.
Andika mengatakan, layanan hemodialisis atau cuci darah termasuk rusak total saat peristiwa bencana banjir bandang pada 27 November 2025. Kini seluruh peralatan sudah dipulihkan dan mulai beroperasi sejak 24 Desember 2025.
"Total pasien kami itu ada 47 orang yang terdaftar untuk cuci darah rutin dengan 10 alat. Pas kami sudah aktif separuh dari pasien 23 orang sudah kembali cuci darah ke rumah sakit ini," ujarnya.
Ia menceritakan, ketika banjir semua pasien cuci darah (47 orang) menjalani perawatan keluar wilayah tersebut, yaitu ke rumah sakit Langsa hingga Medan (Sumatera Utara).
Baca juga: Puluhan pasien cuci darah RSUD Aceh Tamiang kembali akses layanan
Sekitar 24 pasien yang belum kembali mungkin dikarenakan belum bisa pulang karena rumahnya rusak berat.
"Mungkin kalau rumah mereka di sini sudah pulih, pasien akan kembali ke sini. Ini merupa salah satu prioritas layanan yang dibuka setelah UGD, rawat inap dan alat-alat, maka cuci darah," katanya.
Fasilitas cuci darah harus steril menggunakan instalasi RO. Saat ini kondisi mesin dan instalasi cuci darah di RSUD semuanya telah diganti baru sehingga dalam sehari bisa melayani sekitar lima sampai enam pasien dan aktif pada Senin-Sabtu.
"Biasanya pasien cuci darah itu kan, minimal seminggu dua kali. Kalau hari Sabtu layanan dilakukan setengah hari, tapi sejauh ini cuci darah ini sudah layanan optimal 100 persen," ujar Andika.
Baca juga: Trauma healing anak warnai pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang
Selain itu, saat ini RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga menerima bantuan pengadaan inkubator bayi dari alumni Ikatan Kedokteran Universitas Indonesia (IKUI) dan bantuan tempat tidur pasien dari pihak ketiga.
Dari total 243 tempat tidur (bed) di rumah sakit tinggal tersisa 60 bed akibat banjir. Padahal, dalam kondisi normal RSUD Aceh Tamiang masih kekurangan bed.
"Sekarang sudah banyak bantuan, mungkin ada sekitar 80 bed tempat tidur. Tapi masih butuh banyak lagi karena 243 bed saja itu kurang," katanya.
Pihaknya masih menerima rawat inap di IGD karena di ruangan lain belum ada tempat tidur.





