Kronologi Longsor di Cisarua Bandung Barat, 30 Rumah Warga Tertimbun sampai Puluhan Korban Masih Hilang

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Longsor di Cisarua Bandung Barat kini sedang menjadi sorotan. Sebanyak 30 rumah warga tertimbun tanah dan puluhan korban masih hilang.

Bencana longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Berikut kronologi longsor di Cisarua Bandung Barat kini sedang menjadi sorotan. Sebanyak 30 rumah warga tertimbun tanah dan puluhan korban masih hilang.

Peristiwa longsor ini dengan cepat menyebar luas dan menjadi viral di media sosial. Material tanah bercampur aliran air deras dari lereng Gunung Burangrang menghantam kawasan permukiman warga.

Berdasarkan video yang ramai beredar, terlihat dahsyatnya bencana tersebut, di mana aliran lumpur tampak seperti sungai besar berwarna cokelat pekat yang mengalir deras. Dalam rekaman itu, puluhan rumah warga terlihat tertimbun tanah, bahkan sebagian hanya menyisakan atap genteng.

Penyebab Longsor: Tanah Tidak Stabil dan Cuaca Ekstrem

Longsor besar ini diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang rapuh serta tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Cisarua dalam beberapa hari terakhir. Letak permukiman yang berada di kawasan kaki Gunung Burangrang membuat material longsor meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah pemukiman.

Longsor Cisarua KBB: 4 Meninggal, 89 Hilang, 30 Rumah Tertimbun

Sebanyak empat warga Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan meninggal dunia akibat longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Kapolsek Cisarua, Yogaswara, menjelaskan bahwa sekitar 30 rumah tertimbun material longsor. Sebanyak 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, dan sekitar 89 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

 

Proses Evakuasi Tim Gabungan

Hingga kini, proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.

“Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang,” katanya, dikutip dari Tribunnews.com.

Kondisi medan yang berat serta material longsor yang tebal, kata dia, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

“Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit,” katanya.

Saat ini, aparat kepolisian dan tim gabungan masih melakukan pengamanan lokasi, pencarian korban, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat. Warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana diimbau untuk menjauhi area longsoran dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Bencana longsor kembali merenggut nyawa warga di wilayah Jawa Barat. Pada hari pertama operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim gabungan bersama aparat kepolisian berhasil mengevakuasi 10 kantong jenazah dari timbunan material longsor.

Proses pencarian berlangsung sejak pagi hingga sore hari, meski terkendala cuaca buruk yang menyulitkan evakuasi. Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga korban.

Langkah ini dilakukan guna memastikan identitas para korban secara akurat dan resmi.

Jumlah korban hari pertama

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa hingga Sabtu (24/1/2026), sebanyak 10 kantong jenazah berhasil diangkat dari lokasi longsor.

 

"Di Pos DVI saat ini terdapat 10 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 6 jenazah telah teridentifikasi dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga," ujar Hendra di lokasi kejadian, dikutip dari Kompas.com.

Dari seluruh temuan itu, sembilan jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara satu kantong lainnya berisi potongan tubuh korban. Salah satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari, sedangkan potongan tubuh lainnya berupa kaki masih menunggu hasil uji DNA.

Puluhan warga masih dilaporkan hilang

Hendra juga mengungkapkan, hingga Sabtu sore pukul 16.00 WIB, sekitar 81 warga masih dinyatakan hilang akibat longsor yang menerjang kawasan permukiman dan lahan pertanian di lereng Gunung Burangrang.

"Angka ini masih bersifat perkiraan berdasarkan data posko pengaduan. Dari laporan yang masuk, sebanyak 23 korban telah teridentifikasi," kata Hendra.

Pendataan korban hilang terus diperbarui seiring masuknya laporan dari masyarakat. Tim gabungan juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mencocokkan identitas korban yang telah ditemukan.

Pencarian dihentikan sementara

Operasi pencarian korban terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu sore karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta faktor keselamatan tim penyelamat.

"Karena cuaca belum memungkinkan, penggalian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok. Kami berharap seluruh korban yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan," sebut Hendra.

Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu (25/1/2026) pagi, melibatkan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga setempat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di Tengah Kasus Penipuan yang Menimpa, Fuji Ungkap Keinginan Punya Pasangan Lagi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Cisarua, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Longsor Susulan
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Jembatan Ambruk, Pelajar di Ogan Ilir Naik Perahu ke Sekolah
• 10 jam laludetik.com
thumb
Avanza Ditabrak KA di Tebingtinggi, Seluruh Penumpang Meninggal 
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Yayasan Sandiaga Uno Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Padang Pariaman
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.