Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Menjalani Kolonoskopi! Apa Itu?

realita.co
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita) - Baru-baru ini publik dikejutkan oleh kabar duka tentang Lula Lahfah. Selebgram cantik itu ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada Jumat (23/1/2026). 

Sebelum kepergiannya, ia sempat menyampaikan kepada sahabatnya, Keanu bahwa ia akan menjalani kolonoskopi untuk menangani penebalan pada ususnya. Apa itu? 

Baca juga: Besok, Polisi Periksa Reza Arap Terkait Meninggalnya Lula Lahfah

Dilansir dari Healthline, Minggu (25/1/2026), kolonoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa bagian dalam usus besar (kolon) dan rektum dengan alat khusus yang dilengkapi kamera kecil. Prosedur ini memberi dokter dokter kemampuan melihat secara langsung lapisan dalam saluran pencernaan dan menemukan kelainan yang tidak terlihat dari luar tubuh.

Kolonoskopi dilakukan dengan memasukkan selang tipis yang fleksibel dan dilengkapi kamera ke dalam anus untuk melihat langsung kondisi usus besar dan rektum. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk:

- Mendeteksi polip yang bisa menjadi kanker jika tidak diangkat

- Mengidentifikasi kanker usus besar sejak dini

- Memeriksa penyebab gejala pencernaan seperti nyeri perut, pendarahan, diare kronis, atau perubahan kebiasaan buang air besar

- Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Fakta Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia, Sisakan Tanda Tanya

Kolonoskopi termasuk alat skrining yang sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi kanker kolorektal atau gejala pencernaan yang tidak jelas. 

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pasien biasanya diminta membersihkan usus dari sisa makanan dan tinja sebelum prosedur lewat langkah yang disebut bowel prep yang mencakup:

- Diet cair yang jelas (misalnya kaldu atau minuman bebas warna pekat) satu hari sebelum pemeriksaan

- Minum larutan pembersih usus atau obat laksatif yang diresepkan dokter

- Mengikuti instruksi dokter terkait penghentian obat tertentu yang bisa memengaruhi hasil atau keselamatan pemeriksaan.

Setelah prosedur ini dilakukan, maka hasilnya akan menunjukkan ada atau tidaknya temuan abnormal. Selain itu polip atau lesi yang diangkat juga diperiksa lebih lanjut untuk memastikan apakah bersifat kanker atau tidak.

Kolonoskopi tergolong aman secara umum, tetapi juga bisa menimbulkan beberapa risiko seperti pendarahan ringan, rasa tidak nyaman seperti kembung setelah pemeriksaan, atau yang jarang terjadi adalah robeknya dinding usus.oke

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pascabanjir Bandang November, Pemerintah Kebutin Normalisasi Sungai Aek Garoga di Tapanuli Selatan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ganda Campuran Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei Juara Indonesia Masters 2026
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Ribuan Warga RI Jadi Korban Penipuan, Duit Rp91 Triliun Lenyap
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ahli Stanford Buka-bukaan, Rahasia Anak Pintar Bukan Sekolah Mahal
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pendapat Reza Indragiri soal Suami Jadi Tersangka usai Bela Istri dari Jambret yang Berujung Tewas di Sleman
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.