Scale Up Bukan Sekadar Cabang, Ini Mindset Brand Owner Modern

herstory.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, gaya hidup entrepreneur dan brand owner Indonesia kini mengalami pergeseran signifikan. Tak lagi semata mengejar pertumbuhan penjualan, pelaku usaha mulai menempatkan penguatan brand sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis. 

Pola pikir ini mengemuka dalam Brand Indonesia Summit 2026 yang digelar Sabtu, 17 Januari 2026, di Convention Hall Grand Galaxy Park Mall, Bekasi Selatan.

Acara yang diselenggarakan Media INFOBRAND.ID dan INFO OPPORTUNITY.ID dalam rangkaian Indonesia Brand & Business Opportunity Show (IBOS) EXPO 2026 ini menjadi forum edukatif bagi pelaku usaha, pemilik brand, dan calon mitra bisnis dalam memahami cara membangun brand yang relevan, konsisten, dan berdaya saing di tengah perubahan pasar yang cepat.

CEO Media INFOBRAND GROUP, Susilowati Ningsih, menyampaikan bahwa awal 2026 menjadi fase penting bagi perjalanan brand lokal Indonesia. 

Menurutnya, sepanjang 2025 brand lokal menunjukkan pergeseran peran, dari sekadar bertahan menjadi pemain utama di pasar nasional.

“Brand lokal tidak lagi hanya fokus bertahan, tetapi mulai naik kelas, memperluas skala, dan mengambil peran strategis di pasar nasional,” ujar Susilowati dalam sambutannya.

Dalam sesi seminar, Profesor Marketing Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., menekankan bahwa membangun national brand bukan soal kehadiran di banyak tempat, melainkan soal makna yang konsisten. 

Ia menilai banyak brand gagal berkembang karena ekspansi bisnis lebih cepat dibanding penguatan makna brand.

“Tujuan membangun national brand bukan untuk ada di mana-mana, tetapi untuk bermakna di setiap tempat. Ekspansi yang tidak dibarengi kesatuan makna brand dan kedisiplinan sistem justru berisiko merusak kepercayaan,” ujar Prof. Agus.

Ia menambahkan, kepercayaan hanya dapat tumbuh melalui pengalaman brand yang konsisten, sehingga makna brand harus berjalan lebih dulu sebelum distribusi diperluas.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia sekaligus CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, menyoroti kebiasaan ekspansi tanpa kesiapan sistem. Menurutnya, scale up menuntut gaya kerja dan pola pikir yang lebih disiplin.

“Scale up bukan sekadar menambah cabang atau outlet, tetapi memastikan bisnis siap diperbesar dengan brand yang kuat, sistem bisnis, kontrol dan monitoring, standarisasi, serta keberlanjutan,” tegas Tri.

Gaya hidup entrepreneur modern ini juga tercermin dalam sesi Success Brand Story dan pemberian Top Opportunity Choice Award 2026 serta Top Entrepreneur Choice Award 2026 lho Beauty, yang mengapresiasi brand dan pelaku usaha dengan fondasi bisnis dan brand yang dinilai matang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hattrick Jabat Kapolda, Andi Rian Jenderal Sulsel Tak Naik Pangkat Meski Dimutasi ke Wakalemdiklat
• 2 jam lalutribuntimur.com
thumb
Paris FC vs Angers Skor Kacamata: Masalah Lini Depan Hantui Skuad Stéphane Gilli 
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pantai Kuta: Ruang Jeda Tempat Penat Dipulangkan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Menguat 0,27 Persen ke 8.975
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jembatan Penghubung Lima Desa di Kandis Ogan Ilir Ambruk, Akses Warga Terputus
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.