Pendapat Reza Indragiri soal Suami Jadi Tersangka usai Buat Pelaku Jambret Tewas Demi Tolong Istri di Sleman

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ahli Psikolog Forensik UI, Reza Indragiri memberikan pendapat kasus suami menjadi tersangka, Hogi Minaya (43) setelah menolong istri, Arsita (39), dengan mengejar dua pelaku jambret di Sleman, DI Yogyakarta.

"Saya belum membaca berkas hukum kasus ini dan juga belum masuk ke dalam sebuah pembahasan yang sifatnya substantif dalam komunikasi dengan istri tersangka," ujar Reza Indragiri melalui saluran Program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Minggu (25/1/2026).

Lihat Dua Perspektif dari Tersangka dan Pelaku Jambret di Sleman
Reza Indragiri
Sumber :
  • YouTube

Reza Indragiri tidak ingin berpihak. Ia mengambil dua perspektif dari kedua belah pihak baik antara keluarga tersangka dan pelaku jambret yang meninggal dunia di lokasi.

Menurut Reza, keduanya sama-sama memiliki kepentingan. Kedua belah pihak coba membela masing-masing.

"Dari pihak tersangka, tentu ingin meyakinkan kita dan otoritas hukum bahwa dia adalah korban yang sempurna. Ada korban yang primer yaitu istrinya dan ada korban sekunder yaitu dirinya sendiri. Sementara, pihak penjambret tak lain adalah pelaku, maka harus dihukum," jelasnya.

Ahli Psikolog Forensik itu memahami korban ingin ada pemulihan hukum terhadap suaminya. Namun begitu, ia coba melihat dari pendapat kuat pihak Kepolisian.

Polisi melalui Satlantas Polresta Sleman mempunyai alasan Hogi ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, saksi ahli, serta gelar perkara dilakukan oleh penyidik.

Melalui pemeriksaan tersebut, polisi menemukan adanya proses pidana. Dalam hal ini, proses hukum harus tetap berlanjut.

"Kepolisian tampaknya juga punya kepentingan untuk memastikan bahwa jangan sampai muncul sebuah preseden atas nama pembelaan diri, masyarakat kemudian mengambil langkah penegakan hukum sendiri yang diistilahkan sebagai vigilante (tindakan main kaim sendiri," terangnya.

Reza mengatakan, publik hanya menunggu keputusan dari kejaksaan. Namun ia melihat Hogi dan Arsita berada di posisi korban.

"Tetapi untuk memastikan apakah klaim tersebut akan diterima atau tidak oleh hakim, maka peranan psikologi sangat krusial. Tidak hanya membaca perilaku dari tersangka dan para penjambret tersebut, tapi lebih jauh lagi memahami proses mental atau proses berpikir dari pihak sendiri," bebernya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump: China Akan Gunakan Kanada Demi Hindari Tarif AS
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Soal Ribuan WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Komisi XIII Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan HAM
• 17 jam lalufajar.co.id
thumb
Pemkot Surabaya Wujudkan ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’ Lewat Beasiswa
• 12 jam lalurealita.co
thumb
TP PKK Pusat Serahkan Bantuan ke 270 KK Terdampak Bencana di Aceh Timur
• 9 jam laludetik.com
thumb
Kadar Kafein dalam Darah Ternyata Pengaruhi Risiko Diabetes
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.