Relasi AS-Kanada Kian Konfrontatif: Dari Davos Berlanjut ke Polemik Tarif

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Relasi antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin meruncing. Setelah Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Mark Karney terlibat perdebatan sengit, Kanada kini menghadapi ancaman tarif 100%.

Ancaman Trump itu disampaikan jika Kanada mencapai kesepakatan dagang dengan China. Trump memberikan ultimatum bahwa Kanada bakal dikenakan tarif 100 persen terkait barang-barang yang masuk ke negeri Paman Sam.

Trump menyinggung PM Mark Carney dalam unggahan Truth Social miliknya. Trump menulis jika Carney "berpikir dia akan menjadikan Kanada sebagai 'Pelabuhan Pengiriman' bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, dia sangat keliru," kata Trump.

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, negara itu akan langsung dikenai tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS," kata Trump.

Baca juga: Perkara Komentar Trump Berujung Amarah Inggris Tak Teredam

Respons Kanada

Di tengah ancaman yang dilontarkan Trump itu, PM Kanada, Mark Carney, mengajak warganya untuk membeli produk dalam negeri.

"Dengan ekonomi kita yang terancam dari luar negeri, warga Kanada telah memilih untuk fokus pada apa yang dapat kita kendalikan," kata Carney, dilansir Reuters, Minggu (25/1).

Hal itu disampaikan Carney melalui video meski tidak secara langsung menyebutkan terkait ancaman tarif Trump. Ia menambahkan pihaknya tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, namun dapat menentukan sendiri.

"Kita tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, kita dapat menjadi pelanggan terbaik kita sendiri," katanya.

Baca juga: Trump Sebut Kanada Hidup karena AS, PM Carney Geram!

Diketahui, pada bulan ini Carney melakukan kunjungan ke China untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang tegang dan mencapai kesepakatan perdagangan dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah AS.

Segera setelah kunjungan Carney ke Tiongkok, Trump sempat mendukung.

"Ini hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada 16 Januari. "Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda harus melakukannya."

Sementara itu, Dominic LeBlanc, menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS mengatakan, pihaknya tidak berupaya melakukan kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Namun, ia menyebut akan menyelesaikan beberapa masalah terkait tarif penting.

"Tidak ada upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Yang dicapai adalah penyelesaian beberapa masalah tarif penting," kata Dominic LeBlanc, menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, pada hari Sabtu dalam sebuah unggahan di X.

Kedutaan Besar China di Kanada mengatakan bahwa China siap bekerja sama dengan Kanada untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Ketegangan AS-Kanada telah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah kritik Carney terhadap upaya Trump untuk mendapatkan Greenland.




(knv/rfs)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Amazon Mau PHK Lagi, 14.000 Karyawan di Divisi Ini Terancam
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Telepon Trenggono yang Pingsan saat Upacara
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selain Reza Arap, Polisi Juga Akan Periksa Teman Dekat Lula Lahfah
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pagar Way Kambas Dibangun, TNI Turun Tangan Redam Konflik Gajah–Warga
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel Gelar Operasi Militer Besar Cari Sandera Terakhir di Gaza
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.