Bisnis.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat capaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025 ditopang sektor kepelabuhanan. Kinerja tersebut tercermin dari penerimaan, aktivitas operasional, hingga pergerakan barang dan penumpang yang menunjukkan tren pertumbuhan sepanjang tahun lalu.
Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar. Capaian ini melampaui target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp401,8 miliar atau setara 117% dari target.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan tujuan investasi.
“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar dikutip Senin (26/1/2026).
Dari sisi operasional, kinerja pelabuhan Batam juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, arus peti kemas tercatat mencapai 797.087 TEUs atau tumbuh sekitar 18% dibandingkan capaian 2024. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi kontributor utama dengan volume 522.941 TEUs atau sekitar 66% dari total arus peti kemas Batam.
Volume peti kemas di Batu Ampar meningkat 24% secara tahunan, menegaskan peran pelabuhan tersebut sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan logistik regional dan internasional. Selain peti kemas, volume general kargo tercatat sebesar 11,77 juta ton atau tumbuh 13%, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan di kawasan Batam.
Baca Juga
- Perhitungan Pesangon PHK 2026 dan Hak-Hak Pekerja
- Kawasan Industri Bintan Bidik Investasi Blue Ocean Mulai 2026
- Jelang Akuisisi INET, Alih Daya (PADA) Tarik Utang Rp165 Miliar dari BCA
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan pertumbuhan dua digit di sektor kepelabuhanan merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan.
Menurut Claudia, BP Batam tidak hanya berfokus pada peningkatan volume aktivitas, tetapi juga pada efisiensi dan kepastian layanan bagi para pengguna jasa pelabuhan.
“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.
Peningkatan kinerja juga tercermin dari aktivitas kapal sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dalam periode tersebut, tercatat sebanyak 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, total gross tonnage (GT) kapal yang dilayani mencapai 73,18 juta GT atau meningkat 15% secara tahunan.
Dari sisi pergerakan orang, pelabuhan-pelabuhan di Batam melayani sekitar 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025, naik sekitar 8% dibandingkan 2024. Peningkatan terbesar terjadi pada Terminal Ferry Internasional dengan jumlah penumpang datang dan berangkat mencapai 5,3 juta orang atau tumbuh 10%.
Berdasarkan trayek, pertumbuhan tertinggi tercatat pada rute Malaysia dengan kenaikan 32%, mengungguli rute Singapura yang tumbuh 5% meskipun secara jumlah penumpang masih mendominasi. Kondisi ini memperkuat posisi Batam sebagai gerbang utama pergerakan orang dan barang di kawasan perbatasan Indonesia.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni menilai capaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan pelabuhan ke depan.
“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya




