Billy Mambrasar Kunjungi Kontrakan Mahasiswa Papua di Aceh

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Billy Mambrasar melakukan kunjungan ke kontrakan mahasiswa Papua di Provinsi Aceh pascabencana. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapati kondisi tempat tinggal mahasiswa yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

Billy juga mengawal langsung penyaluran bantuan hasil donasi dari Yayasan Kitong Bisa bersama Andi Muhammad Risquillah selaku dirut yayasan. Donasi diberikan kepada mahasiswa Papua yang terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Baca Juga
  • Melihat Aktivitas Penyintas Banjir Aceh Tamiang di Huntara Danantara
  • 56.652 Hektar Lahan Persawahan di Aceh Rusak Akibat Bencana Banjir Bandang dan Longsor
  • RSUD Aceh Tamiang Pulihkan Layanan Hemodialisis dan ICU Pascabanjir

"Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan," kata seorang mahasiswa asal Papua di Aceh, Sonny Orocomna dalam siaran pers di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Selain meninjau lokasi, Billy mendengarkan langsung aspirasi para mahasiswa Papua. Billy juga berdialog dengan Sonny, yang sedang menempuh pendidikan di Lhokseumawe. Dia menyampaikan, hingga saat ini bantuan yang baru diterima berasal dari Provinsi Papua Barat. Sementara dari provinsi lain di wilayah Papua belum ada sama sekali.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Aspirasi serupa juga disampaikan Boaz Tambuni, mahasiswa asal Papua lainnya. Dia berharap, adanya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam bentuk bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah provinsi di wilayah Papua bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah.

"Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang," ujar Boaz.

Menanggapi aspirasi tersebut, Billy Mambrasar menegaskan, pemerintah provinsi (pemprov) di seluruh wilayah Papua harus hadir dan memberikan perhatian serius kepada mahasiswa Papua yang berkuliah di luar daerah. Khususnya di Aceh yang saat ini masih dalam kondisi pemulihan usai bencana.

"Pemerintah provinsi harus bisa membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, terutama di Aceh. Bantuan itu tidak hanya soal pendidikan, tapi juga menyangkut kondisi tempat tinggal mereka," ucap Billy.

Dia pun mengingatkan agar pemerintah daerah di Bumi Cenderawasih menjalankan amanat penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), yaitu 30 persen anggaran wajib dialokasikan untuk sektor pendidikan. "Ini harus benar-benar dimaksimalkan, termasuk untuk membantu mahasiswa Papua yang sedang kuliah di luar daerah, apalagi dalam situasi darurat seperti ini," ujar Billy.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Liverpool Takluk di Menit Akhir dari Bournemouth, Van Dijk Soroti Lemparan ke Dalam sebagai Penyebab Kekalahan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Respons Kapolri soal Pelibatan TNI Atasi Terorisme
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Penumpang Dilecehkan Lansia di KRL Jakarta-Bogor
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Tim-tim di Grup A sudah siap bertarung di Piala Asia Futsal 2026
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
WhatsApp Kalah, Warga RI Ramai-Ramai Download Aplikasi Tak Terkenal
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.