JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang perempuan menjadi korban pelecehan seksual oleh pria lansia (63) saat perjalanan kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor, Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa bermula korban naik KRL dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Depok Baru.
Saat perjalanan, korban merasakan ada sentuhan dari belakang dan merasa tidak nyaman.
Ketika itu, kondisi gerbong cukup ramai tetapi masih ada ruang di sekitar posisi korban.
Baca juga: Pria Lansia Lecehkan Penumpang KRL Jakarta-Bogor, KCI Bakal Blaclist Pelaku
Awalnya, korban mengira hal itu karena kondisi gerbong yang padat.
Korban juga belum menyadari bahwa penumpang yang ada di belakangnya merupakan seorang laki-laki.
Namun, korban mulai curiga saat KRL melintas di Stasiun Duren Kalibata.
Korban melihat ke arah belakang dan menyadari seorang penumpang laki-laki di belakangnya.
Kemudian penumpang lain memberi tahu kepada korban bahwa pria lansia yang berada di belakang melakukan pelecehan.
Mengetahui hal itu, korban langsung berontak dan meminta bantuan.
Petugas KRL segera mengamankan situasi dan menurunkan korban serta terduga pelaku di Stasiun Tanjung Barat.
“Setelah diturunkan di stasiun, pelaku dan korban dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Tanjung Barat untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Polisi Bakal Periksa Reza Arap Terkait Kematian Lula Lahfah Hari Ini
Pada pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dengan sengaja melakukan pelecehan tersebut.
“Namun sangat disayangkan, korban tidak melanjutkan untuk proses hukumnya,” kata Karina.
Meski begitu, KAI Commuter tetap memprosesnya sesuai aturan yang berlaku dan memasukkan foto pelaku ke sistem CCTV Analytic sebagai daftar hitam atau blacklist.
"Agar tidak bisa menggunakan Commuter Line dan untuk mencegah masuknya kembali pelaku ke area stasiun," tegasnya.
Baca juga: Chaosnya KRL Green Line saat Hujan Deras: Berdesakan, Pingsan, Emosi Memuncak
KAI Commuter juga memberikan apresiasi atas keberanian dari korban maupun pengguna lainnya untuk bertindak dan melaporkannya kepada petugas.
“KAI Commuter juga siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban dalam melanjutkan proses hukumnya kepada pihak berwajib,” ujar Karina.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476769/original/082480900_1768798173-4.jpg)