London (ANTARA) - Bintang acara realitas TV Inggris Jack Fincham mendapat bantuan rehabilitasi narkoba setelah mengaku menggunakan gas tertawa (laughing gas) karena bokek dan kembali kecanduan.
Mantan pemenang Love Island tersebut mengungkapkan bahwa ia kini hanya memiliki sisa uang 20 poundsterling di rekeningnya.
Jack dalam wawancara surat kabar yang dilansir dari Mirror, Minggu, menjelaskan bahwa ia mulai mengonsumsi gas dinitrogen monoksida (nitrous oxide) itu setelah keluar untuk minum-minum pada Desember 2025 karena mengira telah berhasil mengatasi kecanduan narkoba.
Baca juga: Jerman akan larang penjualan gas tertawa bagi warga di bawah 18 tahun
"Sejak saat itu saya telah menggunakan narkoba, saya telah menggunakan 'laughing gas'. Saya mengonsumsi 'nitrous oxide' bersama teman-teman, saya seperti anak kecil yang bodoh," ujar Jack yang merasa malu karena di usia 33 tahun seharusnya ia sudah mapan dan menikah.
Kekacauan hidupnya semakin memuncak saat ia tertangkap kamera sedang mencium seorang wanita tanpa bisa mengingat kejadian tersebut akibat pengaruh alkohol.
Karena kondisi keuangannya yang tidak memiliki simpanan di bank, ia sempat menyatakan tidak mampu membiayai pusat rehabilitasi secara mandiri.
Baca juga: Haley Lu Richardson sebut syuting "Ponies" seperti terisi gas tertawa
Namun, organisasi di Inggris yang berfokus pada pemulihan kesehatan mental dan kecanduan Steps Together menawarkan tempat bagi Jack untuk menjalani perawatan senilai 32.000 poundsterling (Rp 732,66 juta)) selama dua bulan di Rainford Hall mulai Senin (26/1).
Program itu, menurut laporan, mencakup terapi enam hari seminggu serta latihan fisik dengan pelatih tinju untuk membantu pemulihannya.
Jack berjanji untuk berkomitmen penuh pada kesempatan rehabilitasi yang ia dapatkan setelah membagikan kisahnya kepada media.
"Saya tahu saya beruntung. Saya tidak boleh mengacaukan ini (stuff this up). Saya akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan siapapun," tegas pria yang meraih kemenangan Love Island 2018 bersama Dani Dyer tersebut.
Baca juga: Polisi Thailand gerebek penjual gas tertawa ilegal di kawasan wisata
Mantan pemenang Love Island tersebut mengungkapkan bahwa ia kini hanya memiliki sisa uang 20 poundsterling di rekeningnya.
Jack dalam wawancara surat kabar yang dilansir dari Mirror, Minggu, menjelaskan bahwa ia mulai mengonsumsi gas dinitrogen monoksida (nitrous oxide) itu setelah keluar untuk minum-minum pada Desember 2025 karena mengira telah berhasil mengatasi kecanduan narkoba.
Baca juga: Jerman akan larang penjualan gas tertawa bagi warga di bawah 18 tahun
"Sejak saat itu saya telah menggunakan narkoba, saya telah menggunakan 'laughing gas'. Saya mengonsumsi 'nitrous oxide' bersama teman-teman, saya seperti anak kecil yang bodoh," ujar Jack yang merasa malu karena di usia 33 tahun seharusnya ia sudah mapan dan menikah.
Kekacauan hidupnya semakin memuncak saat ia tertangkap kamera sedang mencium seorang wanita tanpa bisa mengingat kejadian tersebut akibat pengaruh alkohol.
Karena kondisi keuangannya yang tidak memiliki simpanan di bank, ia sempat menyatakan tidak mampu membiayai pusat rehabilitasi secara mandiri.
Baca juga: Haley Lu Richardson sebut syuting "Ponies" seperti terisi gas tertawa
Namun, organisasi di Inggris yang berfokus pada pemulihan kesehatan mental dan kecanduan Steps Together menawarkan tempat bagi Jack untuk menjalani perawatan senilai 32.000 poundsterling (Rp 732,66 juta)) selama dua bulan di Rainford Hall mulai Senin (26/1).
Program itu, menurut laporan, mencakup terapi enam hari seminggu serta latihan fisik dengan pelatih tinju untuk membantu pemulihannya.
Jack berjanji untuk berkomitmen penuh pada kesempatan rehabilitasi yang ia dapatkan setelah membagikan kisahnya kepada media.
"Saya tahu saya beruntung. Saya tidak boleh mengacaukan ini (stuff this up). Saya akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan siapapun," tegas pria yang meraih kemenangan Love Island 2018 bersama Dani Dyer tersebut.
Baca juga: Polisi Thailand gerebek penjual gas tertawa ilegal di kawasan wisata




