Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

BMKG memantau pertumbuhan awan konvektif signifikan di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan analisis citra satelit inframerah Himawari

Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pertumbuhan awan konvektif signifikan di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan analisis citra satelit inframerah Himawari-9 pada Minggu malam, 25 Januari 2026.

Dilihat dari data BMKG pada Senin (26/1/2026), menunjukkan konsentrasi awan konvektif yang cukup padat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. 

Baca Juga:
Di WEF 2026, Dirut BRI (BBRI) Beberkan Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia

Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

BMKG mencatat wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. 

Baca Juga:
Emiten Konstruksi Asri (ASLI) Sambut WKM Sebagai Pengendali Baru

Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) serta hampir seluruh wilayah Papua, mencakup Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Dalam peta suhu puncak awan yang dirilis, terlihat gradasi warna oranye hingga merah tua di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan suhu puncak awan yang sangat dingin (mencapai -60 hingga -80 derajat Celcius), yang menjadi indikator adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif dan menjulang tinggi.

Baca Juga:
Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Bakal Direlokasi

Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan potensi cuaca ekstrem di permukaan bumi, seperti hujan lebat dalam durasi singkat maupun panjang.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air atau banjir di dataran rendah, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang akibat angin kencang, serta bahaya sambaran petir saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:
Menhaj Dorong Kurma Lokal Masuk Ekosistem Haji

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 Jalin Sinergi dengan Expressions Parfum
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Alih Fungsi Lahan Bukan Penyebab Utama Longsor Bandung Barat Menurut Ahli Geologi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Isu Ricky Harun Karaoke Bareng LC, Herfiza Novianti Memilih Memaafkan dan Menata Diri
• 3 jam laluintipseleb.com
thumb
Jerat 2 Kasus Korupsi untuk Bupati Pati Sudewo
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Babak Kedua: Gol Dorgu Bawa MU Unggul Sementara 2-1 Atas Arsenal
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.