Alih Fungsi Lahan Bukan Penyebab Utama Longsor Bandung Barat Menurut Ahli Geologi

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun menyebutkan bencana di Cisarua dan Lembang, Bandung Barat, bukan sekadar longsor biasa, melainkan dipicu jebolnya bendungan alami di hulu sungai yang berpotensi terulang kembali. Imam menjelaskan bahwa peristiwa pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut, merupakan mekanisme aliran lumpur (mudflow) yang jauh lebih destruktif daripada pergerakan tanah lokal.

"Rumah-rumah warga sebenarnya tidak longsor pada lereng-lereng tempat mereka berdiri, tetapi terdampak material longsoran yang dikirim dari hulu melalui alur sungai," ujar Imam di Bandung, Ahad (25/1/2026).

Baca Juga
  • Dinsos Kota Bandung Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cisarua
  • Hari Kedua Pencarian Korban Longsor di Cisarua, Total 11 Jenazah Berhasil Ditemukan
  • Kementerian LHK Terjunkan Tim Khusus Analisis Longsor Cisarua, Peningkatan Pertanian Sayuran Disorot

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa penyebab utama kejadian tersebut adalah terbentuknya sumbatan atau landslide dam di hulu lereng selatan Gunung Burangrang. Di mana material longsor menutup alur sungai, menahan volume air hingga jenuh, lalu jebol seketika membawa muatan lumpur, pasir, hingga bongkah batu dengan kecepatan tinggi.

Berbeda dengan narasi umum yang hanya menyalahkan alih fungsi lahan, Imam menekankan adanya interaksi faktor alamiah vulkanik tua yang memiliki lapisan pelapukan tebal. Dan saat hujan berdurasi panjang menjenuhkan pori-pori tanah, kekuatan geser lereng menurun drastis hingga materialnya meluncur menutup aliran sungai di hulu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Ahad (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian. - (EPA/KHAIRIZAL MARIS)

Imam memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir. Karena tim ahli masih menemukan indikasi adanya sumbatan-sumbatan serupa di bagian hulu sungai.

Jika hujan intensitas tinggi kembali mengguyur, akumulasi air di balik sumbatan tersebut berisiko jebol kembali dan mengirimkan kiriman lumpur ke hilir.

Imam mengungkapkan salah satu informasi yang paling dicari, namun jarang diketahui publik adalah tanda visual sebelum bencana terjadi. Karenanya, Imam meminta warga di sepanjang bantaran sungai untuk memantau debit air saat hujan.

"Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut atau menghilang saat hujan lebat, masyarakat harus waspada. Itu menandakan adanya pembendungan di hulu. Segera menjauh dari alur sungai karena air bisa datang tiba-tiba dalam bentuk aliran lumpur," ujarnya.

Imam menekankan bahwa tinggal di sempadan sungai memiliki risiko tinggi terkena aliran debris (debris flow), sehingga mitigasi ke depan tidak boleh hanya fokus pada penghijauan, tetapi harus menyentuh ranah struktural seperti pembangunan debris flow barrier (penghalang aliran) dan sistem pemantauan jalur aliran (flow track) menggunakan geofon atau sensor getaran.

"Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi material sedimen yang terbawa aliran. Karena itu, sistem mitigasi perlu difokuskan pada pengendalian sedimennya," kata Imam.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Ingin Konser BTS Digelar di JIS Akhir Desember: Saya Minta Dirut Kejar Tanggal 26–27
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
BREAKING NEWS! Innalillahi, Lucky Widja Vokalis Band Element Meninggal Dunia
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kapolri: Sangat Ideal Polri di Bawah Presiden RI
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Bakal Direlokasi
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Dinas Kesehatan OKU terbitkan sertifikat laik untuk 18 SPPG
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.