Setiap Tahun, Barang yang  Tertinggal di Kereta Bernilai Miliaran Rupiah

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Ratusan calon penumpang berjalan searah menuju ke Peron 5 di Stasiun Tugu, Yogyakarta, mendekati tempat berhentinya rangkaian kereta yang akan membawa mereka menuju Jakarta, Minggu (25/1/2026). Hanya segelintir yang menyadari bahwa mereka melewati lemari kaca tempat penyimpanan ratusan barang berharga yang terabaikan oleh pemiliknya.

Lemari tersebut terletak di sebuah lorong yang menghubungkan peron sisi selatan dan utara pada stasiun yang mulai beroperasi tahun 1887 itu. Sebuah papan penanda dengan tulisan ”Barang Hilang Lost and Found” dipasang di atasnya untuk mempermudah penumpang mencari barang mereka yang tertinggal di gerbong saat mereka bepergian.

Meskipun layanan pengembalian barang telah disediakan secara optimal oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), masih terdapat ratusan barang yang tertinggal dan tidak diambil kembali oleh pemiliknya. Barang-barang yang masih tertinggal, antara lain, berupa tumbler (tempat air minum), bantal leher, helm, hingga botol susu untuk bayi. Beberapa barang bernilai mahal juga ada yang tidak diambil, seperti laptop, ponsel, dan dompet.

Masyarakat tentu masih ingat dengan kasus hilangnya sebuah tumbler milik penumpang dalam perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta menuju Stasiun Rangkasbitung pada akhir November 2025. Meskipun tumbler tersebut telah ditemukan dan dikembalikan petugas PT KAI, kasus tersebut kemudian menjadi perbincangan warganet secara nasional karena sang pemilik tumbler mempermasalahkannya melalui media sosial.

Menurut data PT KAI Daop 6, sepanjang Januari hingga Desember 2025 pihaknya mengamankan 1.306 barang tertinggal milik penumpang. Berbagai barang yang tertinggal tersebut terdiri dari 622 barang berharga, 659 barang kategori biasa, dan 25 makanan, dengan estimasi nilai mencapai Rp 2,46 miliar.

Sebanyak 909 barang yang tertinggal tersebut telah dikembalikan kepada pemiliknya, dan 278 barang diserahkan kepada dinas sosial. Adapun 119 barang lainnya masih dalam penelusuran kepemilikan dan beberapa di antaranya masih menghuni lemari ”Lost and Found” di Stasiun Tugu.

Pengamanan barang-barang tersebut dilakukan secara ketat. Barang temuan dibuka isinya dengan disaksikan sejumlah petugas, dicatat dengan detail, kemudian disimpan. Sang pemilik dapat mengambil barang mereka dengan menunjukkan bukti yang sah.

PT KAI mengimbau semua pelanggan untuk tetap teliti dan fokus agar barang bawaan tidak tertinggal, baik di atas kereta maupun di stasiun. ”Namun, pelanggan juga tidak perlu ragu untuk melaporkan kepada petugas stasiun atau di atas kereta jika ada barang yang tertinggal atau tertukar, bisa juga menghubungi Customer Service atau Contact Center KAI 121,” kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih. Hal itu merupakan bagian dari layanan perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pelanggan mereka.

Setiap barang yang tertinggal di gerbong kereta menimbulkan pekerjaan ekstra bagi para petugas yang menemukannya. Sudah selayaknya para penumpang lebih memperhatikan setiap barang bawaan mereka agar tidak menambah kepadatan ruang penyimpanan pada lemari ”Lost and Found” di beberapa stasiun kereta.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Penjambret Tewas di Sleman, Polisi Tetapkan Tersangka Hogi Minaya Setelah Restorative Justice Gagal
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Sembilan RT di Jakarta masih terendam banjir
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
9 RT di Jakarta Masih Kebanjiran, Modifikasi Cuaca Terus Dilanjutkan
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Hasil Liga Inggris, Klasemen, dan Top Skor: Arsenal Mulai Melambat, MU dan Chelsea Lempar Liverpool Keluar dari 5 Besar
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Ini Cara Pramono Atasi Masalah Banjir yang Masih Mengancam di Pekan Ini
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.