Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai perpindahan sejumlah kader dari partai besar, seperti NasDem dan Golkar ke PSI merupakan cerminan kuatnya pengaruh Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo.
Arifki menyebut, perpindahan kader potensial dari partai lain ke PSI tentu sulit dilakukan partai kecil, tanpa dukungan figur mantan presiden. Menurut Arifki, keberadaan Jokowi di sekitar PSI menciptakan situasi yang tidak lazim dalam peta kepartaian.
Dalam banyak pengalaman elektoral, kata Arifki, partai kecil umumnya menghadapi keterbatasan serius, baik dari sisi sumber daya, jaringan, maupun kepercayaan pemilih. Namun, PSI dinilai berpotensi melompati hambatan struktural tersebut, karena ditopang figur presiden dua periode.
“Ini seperti jalan pintas yang sah secara politik. Partai kecil biasanya harus berjuang lama untuk mendapatkan pengakuan, tetapi ketika langsung ditopang mantan presiden, posisi tawarnya otomatis naik. Itu pilihan yang realistis, bukan spekulatif,” kata Arifki dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).




