Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Probolinggo
Situs cagar budaya era Majapahit di Probolinggo dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi budaya dan wisata.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meninjau langsung hasil revitalisasi Candi Jabung, situs cagar budaya peringkat nasional di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelestarian peninggalan era Majapahit sekaligus mendorong pemanfaatannya sebagai ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Menurut Fadli Zon, Candi Jabung memiliki nilai sejarah dan arkeologis yang sangat penting. Kawasan seluas sekitar 5 hektare tersebut telah direvitalisasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.
“Berdasarkan penelitian, Candi Jabung didirikan pada era Majapahit, dengan penanggalan tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Januari 2026.
Peninggalan Era Hayam Wuruk
Fadli Zon menjelaskan, Candi Jabung dibangun pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan disebutkan dalam kitab Negarakrtagama. Dalam naskah tersebut, Raja Hayam Wuruk tercatat pernah singgah di kawasan Desa Banger, lokasi Candi Jabung berada.
“Kawasan ini memiliki nilai arsitektural yang sangat indah dan penting dalam sejarah Majapahit,” katanya.
Keunikan Arsitektur Bata Majapahit
Menbud juga menyoroti keunikan Candi Jabung yang dibangun menggunakan material bata, berbeda dengan mayoritas candi di Jawa Timur yang menggunakan batu andesit.
“Ini mencerminkan karakteristik khas bangunan Majapahit. Selain itu, candi ini juga menunjukkan akulturasi budaya Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal, yang dapat dimaknai sebagai bentuk Lingga-Yoni,” jelasnya.
Revitalisasi dan Pengembangan Kawasan
Sementara itu, Kepala BPK Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani, mengatakan penataan kawasan Candi Jabung telah dilakukan sejak 2024 hingga 2025.
“Ke depan, kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan kabupaten untuk mulai mengembangkan pemanfaatan kawasan ini,” ujarnya.
Tantangan Pelestarian Pascarevitalisasi
Fadli Zon menegaskan pentingnya perlindungan pascarevitalisasi, mengingat lokasi Candi Jabung berada di wilayah pesisir yang rentan terhadap paparan angin laut dan kandungan garam.
“Selain vandalisme, faktor lingkungan dan perubahan iklim menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius,” tegasnya.
Potensi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Selain aspek pelindungan, Fadli Zon menekankan pemanfaatan kawasan sesuai amanat undang-undang. Candi Jabung dinilai berpotensi menjadi kantong budaya melalui penyelenggaraan festival, kegiatan seni, dan pemajuan kebudayaan.
“Kawasan ini juga dapat diintegrasikan dengan ekonomi kreatif dan wisata kuliner khas Probolinggo, sehingga hidup sebagai satu ekosistem yang utuh,” katanya.
Dengan pengelolaan terpadu dan kolaborasi lintas pihak, Candi Jabung diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, spiritual, dan kuliner, sekaligus memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Editor: Redaktur TVRINews



