Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya tidak berniat untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan China.
IDXChannel - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya tidak berniat untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan China.
Ia menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen pada barang impor dari Kanada jika negara itu memiliki kesepakatan perdagangan dengan Beijing.
Carney mengatakan kesepakatannya dengan China baru-baru ini hanya memangkas tarif pada beberapa sektor, bukan FTA secara menyeluruh.
“China berhasil dan sepenuhnya mengambil alih negara Kanada yang dulunya hebat. Sangat menyedihkan melihat hal itu terjadi," kata Trump di platform Truth Social, dilansir dari AP pada Senin (26/1/2026).
Carney mengakui di bawah perjanjian perdagangan bebas dengan AS dan Meksiko terdapat komitmen untuk tidak mengejar FTA dengan pihak ketiga tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Kami tidak berniat melakukan itu dengan China atau negara lainnya,” kata Carney.
“Apa yang telah kami lakukan dengan China adalah memperbaiki beberapa masalah yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Pada 2024, Kanada meniru AS dengan memberlakukan tarif 100 persen untuk kendaraan listrik dan tarif 25 persen untuk baja dan aluminium dari China.
Beijing kemudian merespons dengan memberlakukan pajak impor 100 persen untuk minyak dan tepung canola Kanada serta 25 persen untuk daging babi dan makanan laut negara itu.
Bulan ini selama kunjungan ke Beijing, Carney memangkas tarif 100 persen untuk mobil listrik China sebagai imbalan atas penurunan tarif untuk produk pertanian Kanada. (Wahyu Dwi Anggoro)





