PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memberi respons atas kabar anak usahanya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) disebut akan mencatatkan sahamnya di bursa Hong Kong. Kabar itu memicu kenaikan harga saham EMAS hingga 31,82% dalam sepekan terakhir.
Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama hari ini, Senin (26/1) saham EMAS meroket 17,41% ke Rp 7.250 per lembar saham. Volume yang diperdagangkan tercatat 70,50 juta dengan nilai transaksi Rp 492,54 miliar, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 117,31 triliun.
Mengutip laporan Bloomberg, Merdeka Gold Resources disebut telah menunjuk beberapa bank investasi untuk menangani rencana penawaran sahamnya di Hong Kong. Bank yang disebut bakal terlibat di antaranya Citic Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG.
Adapun terkait banyaknya saham yang akan dilepas, berapa incar pendanaan, dan jadwal IPO masih berlangsung. Merdeka Gold, UBS, dan Citic menolak memberikan komentar, sementara Morgan Stanley belum menanggapi isu tersebut. Sebelumnya, IFR juga telah melaporkan rencana pencatatan IPO EMAS.
Apabila terealisasi, transaksi ini akan menjadi langkah yang jarang terjadi untuk perusahaan non-Cina yang mencatatkan saham di pusat keuangan Asia. Meski begitu pada 2023, Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. menandatangani kesepakatan dengan Bursa Efek Indonesia untuk menjajaki kemungkinan pencatatan lintas batas di kedua bursa.
General Manager Communications Merdeka Copper Gold, Tom Malik merespons datar. “Saya tidak ada komen mengenai hal ini,” ucap Tom kepada Katadata.co.id, Senin (26/1).
Jawaban tersebut sama seperti sebelumnya saat Katadata.co.id meminta konfirmasi soal emiten afiliasi Garibaldi Thohir atau Boy Thohir akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu kemudian Merdeka Gold Resources akhirnya mencatatkan sahamnya di BEI pada Selasa, 23 September 2025 lalu dan mencetak auto reject atas (ARA) saat pertama listing.
Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 25% pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (23/9) ke level 3.600. Namun kinerja perusahaan masih mencatatkan rugi.
Rencana PerusahaanDirektur Merdeka Gold Resources Albert Saputro menyebut, ada beberapa faktor yang mendorong keputusan perusahaan untuk IPO meski masih rugi. Pertama, menurut dia, harga emas yang terus mengalami reli menjadi faktor penting perseroan mantap untuk menjadi perusahaan terbuka. Kedua, Merdeka Gold akan menjadi perusahaan lokal yang fokus pada bisnis emas.
“Tentu harga emas player factor. Tetapi yang kedua, dari company emas ini akan menjadi company yang fokus purely local,” kata Albert dalam konferensi pers IPO EMAS di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Menurut Albert, bisnis Merdeka akan lebih terstruktur. Unit EMAS akan berdiri sendiri sebagai emiten pengelola tambang emas di Grup Merdeka, sedangkan komoditas lain seperti tembaga akan dikelola terpisah. Dengan begitu, investor bisa lebih mudah melihat fokus dan kinerja masing-masing lini bisnis.
Ia juga menjelaskan hasil penghimpunan dana IPO akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) hingga 2024. Adapun dalam prospektus IPO perusahaan, sebesar US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar akan disalurkan ke PT Pani Bersama Tambang (PBT) dalam bentuk setoran modal bertahap.
Dana ini akan dipakai untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku utama dan penunjang, biaya listrik, serta gaji karyawan. Setelah konversi setoran modal, Merdeka Gold Resources tetap menguasai 99,99% saham PBT. Kemudian sebanyak US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar, juga diberikan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) untuk mendanai modal kerja operasional.
Sisa dana IPO akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas pinjaman kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berdasarkan perjanjian utang piutang sejak April 2022. Hingga 4 Agustus 2025, saldo pinjaman Merdeka Gold Resources ke induk usahanya MDKA masih sebesar US$ 260 juta atau Rp 4,26 triliun.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5311987/original/022645500_1754901582-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-37.jpg)
