Bisnis.com, JAKARTA — Indonesian Petroleum Association (IPA) mengingatkan agar pemerintah dapat mendorong kepastian fiskal hingga stabilitas regulasi guna menjaga iklim investasi hulu minyak dan gas (migas) di Tanah Air. Ini termasuk percepatan Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas).
Baca Juga
- INVESTASI MIGAS : Gelar Karpet Merah Agar Investor Tenang Bekerja
- Prabowo Blak-blakan Cadangan Migas RI, Beri Perintah Khusus ke Bahlil
- Hashim Djojohadikusumo jadi Dewan Pengawas Indonesian Petroleum Association
Vice President IPA Ronald Gunawan menuturkan, target ketahanan energi nasional hanya dapat dicapai dengan dukungan kebijakan yang tepat dan iklim investasi kompetitif.
Dia menekankan bahwa investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah diperlukan mengingat industri migas RI sangat potensial. Ronald menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan tren pemulihan.
“Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi,” tutur Ronald melalui keterangan resmi, Senin (26/1/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur & Chief Operating Officer PT MedcoEnergi Internasional Tbk itu menekankan, IPA terus mendorong diselesaikannya revisi UU Migas.
Dia berpendapat, revisi UU Migas perlu dibuat agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kondisi sektor hulu migas saat ini serta memberikan kepastian hukum bagi investor.
Sementara itu, Chairperson IPA Convex 2026 Teresita Listyani menjelaskan, pihaknya bakal menyelenggarakan IPA Convex ke-50 guna membahas masa depan industri hulu migas RI.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perayaan historis, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi Indonesia.
Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 akan menjadi platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Refleksi tanpa aksi hanya akan menjadi nostalgia. Karena itu, IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, hingga transisi energi,” ujar Teresita.



