IPA Minta Revisi UU Migas Dikebut untuk Jaga Iklim Investasi Hulu

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesian Petroleum Association (IPA) mengingatkan agar pemerintah dapat mendorong kepastian fiskal hingga stabilitas regulasi guna menjaga iklim investasi hulu minyak dan gas (migas) di Tanah Air. Ini termasuk percepatan Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas).

Baca Juga

  • INVESTASI MIGAS : Gelar Karpet Merah Agar Investor Tenang Bekerja
  • Prabowo Blak-blakan Cadangan Migas RI, Beri Perintah Khusus ke Bahlil
  • Hashim Djojohadikusumo jadi Dewan Pengawas Indonesian Petroleum Association

Vice President IPA Ronald Gunawan menuturkan, target ketahanan energi nasional hanya dapat dicapai dengan dukungan kebijakan yang tepat dan iklim investasi kompetitif.

Dia menekankan bahwa investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah diperlukan mengingat industri migas RI sangat potensial. Ronald menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan tren pemulihan. 

“Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi,” tutur Ronald melalui keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur & Chief Operating Officer PT MedcoEnergi Internasional Tbk itu menekankan, IPA terus mendorong diselesaikannya revisi UU Migas.

Dia berpendapat, revisi UU Migas perlu dibuat agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kondisi sektor hulu migas saat ini serta memberikan kepastian hukum bagi investor.

Sementara itu, Chairperson IPA Convex 2026 Teresita Listyani menjelaskan, pihaknya bakal menyelenggarakan IPA Convex ke-50 guna membahas masa depan industri hulu migas RI. 

Menurutnya, ajang  ini bukan sekadar perayaan historis, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi Indonesia.

Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 akan menjadi platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Refleksi tanpa aksi hanya akan menjadi nostalgia. Karena itu, IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, hingga transisi energi,” ujar Teresita. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia luncurkan logo resmi keketuaan D-8 periode 2026--2027
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Perkirakan Hujan Lebat Guyur Lokasi Longsor Bandung Barat Sepekan ke Depan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri KKP Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR 42-500
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Di Tengah Sidang Chromebook, Eks Komjak Minta Jaksa Tak Terpancing Isu Medsos
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Hapus Ratusan Aturan Hambat Keadilan, Umumkan Ini di WEF Davos
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.