Area Kembangan Baru, Jakarta Barat, tepatnya di sepanjang jalan samping Kali Mookervart, terlihat dipenuhi tumpukan sampah yang berjejer pada Senin (26/1).
Lurah Rawa Buaya, Junaidi, menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang berada di lokasi tersebut merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak.
Ia mengatakan, benda-benda yang berada di sekitar Kali Mookervart sengaja dikumpulkan di satu titik untuk memudahkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) melakukan pengangkutan.
"Jadi ini kita disatu-titikkan, sampah banjir di lingkungan permukiman semuanya kita taruh di sini untuk bisa lebih mudah diangkut oleh truk-truk LH," kata Junaidi.
"Jadi ini bukan kelakuan warga. Ini kita supaya lebih gampang," tambahnya.
Ia menjelaskan, benda-benda yang ditumpuk merupakan milik warga yang terdampak banjir. Pemindahan dilakukan agar barang-barang tersebut tidak menumpuk terlalu lama di permukiman dan memicu timbulnya penyakit.
"Jadi yang penting di permukiman kita amanin dulu. Kalau kelamaan di pemukiman kan jadi penyakit," tutur Junaidi.
Sebelumnya, banjir melanda wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat, sehingga mengakibatkan sejumlah RW terdampak. Kondisi tersebut membuat sebagian warga membuang barang-barang yang rusak akibat banjir, yang kemudian dikumpulkan di sekitar Kali Mookervart.
"Ini kebetulan full untuk mengakomodir wilayah RW 11, RW 12, dan RW 02. Kita semua di sini. Makanya kelihatan tumpukan banyak," ungkap Junaidi.
Pemindahan benda-benda terdampak banjir tersebut, menurut Junaidi, dilakukan pada Minggu (25/1) dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
"Kita semua. Masyarakat, warga, dari Kelurahan juga dengan PPSU semua kita pindahin ke sini," ucap Junaidi.
Ia menambahkan, lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penumpukan sementara karena letaknya jauh dari permukiman dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Selanjutnya, benda-benda tersebut akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
"Ini langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir, Bantar Gebang. Jadi kalau di sana itu macet, kalau sini kan enggak," pungkas Junaidi.
Berdasarkan pantauan kumparan, petugas Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat mulai melakukan pengangkutan sejak pukul 11.23 WIB. Alat berat juga terlihat digunakan sekitar pukul 12.10 WIB, dan ruas jalan di sekitar lokasi ditutup sementara agar tidak ada kendaraan yang melintas.
Pengangkutan sampah tersebut telah dilakukan sejak Minggu (25/1) dengan melibatkan sejumlah truk pengangkut. Petugas menyebut pengangkutan akan dilakukan secara berkala.



