Jakarta: Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk masuk dalam peta global pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peluang tersebut terbuka karena persaingan global AI masih berada pada tahap awal, sehingga negara berkembang, termasuk Indonesia, dinilai masih memiliki ruang untuk berperan. Peluang Terbuka di Tengah Persaingan Global Seperti dikutip dari pernyataan resmi Zoho Corporation, CEO Zoho, Shailesh Kumar Davey, menyebut perlombaan pengembangan AI dunia belum mencapai fase akhir. Menurutnya, keterbukaan akses teknologi membuat pengetahuan terkait AI dapat dipelajari oleh berbagai negara.
Baca Juga :
Teknologi AI Terus Berkembang, Ini Hal yang Tetap Tak Bisa Dilakukan Mesin-Melek Teknologi“Pengetahuan teknologi kini bisa diakses dan dipelajari oleh semua negara. Dengan kondisi tersebut, setiap negara memiliki pijakan yang relatif sama dalam mengembangkan AI,” ujar Shailesh Kumar Davey. Bonus Demografi Jadi Kekuatan Indonesia Salah satu modal utama Indonesia adalah bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2045. Pada masa tersebut, jumlah penduduk usia produktif, khususnya generasi muda, akan mendominasi komposisi penduduk.
Generasi ini dinilai berpotensi menjadi penggerak inovasi teknologi, termasuk dalam pengembangan dan pemanfaatan AI di berbagai sektor. Tantangan Keamanan Digital Mengintai Namun, di balik peluang tersebut, tantangan serius juga mengemuka, terutama terkait keamanan digital. Seperti dikutip dari keterangan resmi ManageEngine, CEO ManageEngine Rajesh Ganesan mengingatkan bahwa teknologi AI juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
“AI tidak hanya digunakan untuk kepentingan bisnis, tetapi juga dimanfaatkan dalam penipuan, phishing, dan serangan siber. Karena itu, AI harus dikembangkan seiring dengan sistem keamanan digital yang kuat,” jelas Rajesh Ganesan.
Pelaku industri menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan peluang AI. Penguatan pendidikan teknologi, pengembangan talenta digital, serta peningkatan literasi keamanan siber dinilai penting agar generasi muda mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga :
China Kenalkan Sinong, Model AI Pertanian untuk Dorong Inovasi Ketahanan Pangan-Melek TeknologiDengan bonus demografi dan akses teknologi yang semakin terbuka, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain penting dalam pengembangan AI dunia. Namun, peluang tersebut hanya dapat terwujud jika diimbangi dengan kesiapan keamanan digital serta pengembangan SDM yang berkelanjutan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)



