Grid.ID - Luna Maya kembali dipercaya memerankan karakter legendaris Suzzanna dalam film terbaru berjudul SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film ini menjadi kali ketiga Luna menghidupkan sosok Suzzanna setelah sebelumnya membintangi dua film dengan karakter yang sama.
Meski kembali berperan sebagai Suzzanna, Luna menegaskan bahwa karakter yang ia mainkan kali ini sangat berbeda. Dalam film terbaru ini, Suzzanna hadir dengan latar cerita serta perjalanan karakter yang lebih kompleks.
"Di film ini, saya bangkit kembali dari sebuah kekuatan gelap. Suzzanna di film ini mengalami penindasan dan kekejaman dari seorang penguasa desa," ujarnya saat berada di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan pada Senin (26/1/2026). Konflik tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam diri Suzzanna.
Luna menyebut peran Suzzanna kali ini sebagai pengalaman yang belum pernah ia jalani sebelumnya. "Dengan dendamnnya, ia mempelajari ilmu santet. Tentu sangat berbeda dari peran saya sebagai Suzzannna di dua film sebelumnya, dan ini akan menjadi sejarah baru," katanya.
Selain ceritanya yang berbeda, wanita kelahiran 1983 ini juga mengungkapkan alasan mengapa ia lebih menikmati perannya di film ini. Ia merasa karakter Suzzanna kali ini lebih dekat dengan sisi manusia.
"Kalau aku boleh cerita sedikit, aku lebih seneng sih di film ini, karena nggak jadi hantu, nggak jadi sundel bolong," tuturnya. Hal tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan film-film Suzzanna sebelumnya.
"Di sini Suzzanna berperan sebagai manusia, full dari awal sampai akhir. Jadi memang itu yang membedakan dari film-film Suzzanna sebelumnya," lanjutnya. Pendekatan tersebut membuat peran Suzzanna terasa lebih realistis dan emosional.
Proses pendalaman karakter yang lebih intens pun membuat Luna merasa semakin terhubung dengan perannya. Ia mengaku dapat menggali emosi Suzzanna secara lebih mendalam.
"Jadi itu yang membuat saya jadi lebih seneng gitu, kayak me-recall dan bisa lebih dive into this character gitu," ungkapnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang paling ia nikmati selama proses produksi film.
Meski sudah tiga tahun berlalu sejak film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, wanita berusia 42 tahun ini tetap mempertahankan ciri khas suara Suzzanna. Hal ini dilakukan demi menjaga identitas karakter yang telah melekat kuat di benak penonton.
"Oh iya, untuk suara ada dialect coach, terus ya lebih banyak mendengarkan lagi bagaimana beliau (Suzzanna) berbicara. Karena memang Bunda tuh punya satu ciri khas sekali saat berdialog, terutama penekanan-penekanan intonasi dan lafalan beliau untuk mengucapkan satu konsonan huruf tertentu itu sangat khas banget gitu," tuturnya.
"Jadi itu yang kayak selalu diinget-inget,kurang lebih begitu sih. Jadi happy banget to be part of this movie dan mungkin bisa dibilang ini jadi film aku satu-satunya di tahun 2026," pungkasnya. Dengan begitu, Luna berharap film ini dapat menjadi catatan baru dalam sejarah film Suzzanna. (*)
Artikel Asli



