Bantul: PSIM Yogyakarta dipermalukan Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu, 25 Januari 2026. Bermain di kandang, PSIM keok 0-3 dari tim tamu Persebaya.
Pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel, mengatakan timnya mampu bermain baik pada babak pertama. Namun, Persebaya lebih klinis dengan mengonversi peluang menjadi satu gol.
"Pada babak kedua kami bermain lebih terbuka meski akhirnya kebobolan dua gol," kata dia di Bantul.
Baca Juga :
Belajar dari Masa Lalu, Bonek Mania Diminta Tak Datang Laga PSIM vs PersebayaIa mengaku sudah mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mengejar ketertinggalan, meski harus kehilangan dua bek tengah. Dengan beberapa pemain belum fit, ia berencana memaksimalkan pemain lain pada laga berikutnya.
"Pekan depan saya akan memaksimalkan pemain meski tak posisi natural si pemain, tapi akan mencoba," ujarnya.
Persebaya mampu menyudahi keunggulan 1-0 pada babak pertama lewat gol Gali Freitas di menit ke-35. Bajul Ijo menegaskan kemenangan dengan dua gol dari Bruno Pereira di menit ke-74 dan Rachmat Irianto menit ke-84.
Salah satu sesi latihan PSIM Yogayakarta. Dokumentasi/Media Ofisial PSIM
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan timnya cukup kesulitan menghadapi PSIM, terutama pada babak pertama. Beberapa tembakan Persebaya berhasil digagalkan lini belakang PSIM.
"Di ruang ganti kami bicara apa yang terjadi babak kedua. Kemudian pada babak kedua bisa menciptakan peluang dan dua gol meski masih ada catatan," kata eks pelatih PSM Makassar ini.
Berdasarkan klasemen sementara, PSIM turun ke peringkat 7 dengan mengemas 30 poin. Di sisi lain, Persebaya menggeser PSIM di peringkat 6 dengan mengemas 31 poin.



