Kyiv: Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan infrastruktur energi dan kawasan pemukiman di berbagai kota Ukraina, termasuk Kyiv dan Kharkiv, pada Sabtu pagi waktu setempat.
Mengutip Euro News, Senin, 26 Januari 2026, serangan ini mengakibatkan krisis energi nasional dengan 80 persen wilayah Ukraina mengalami pemadaman listrik darurat.
Menurut otoritas Ukraina, Rusia meluncurkan total 396 drone dan rudal. Meski pertahanan udara berhasil melumpuhkan 372 drone, puing-puing dan hantaman langsung menimbulkan kerusakan fatal terutama di Ibu kota Kyiv yang menjadi salah satu target utama serangan ini.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran di beberapa bangunan dan menyebabkan terganggunya pasokan air serta pemanas di sebagian wilayah ibu kota.
Dilaporkan satu orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara banyak warga terpaksa menghabiskan malam di stasiun metro untuk mencari perlindungan.
Situasi serupa terjadi di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Serangkaian ledakan dahsyat merusak sejumlah apartemen di gedung tinggi, hostel bagi pengungsi, rumah sakit, hingga rumah bersalin.
Sebanyak 14 orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anak dan wanita hamil. Sementara itu, di Chernihiv bagian utara, fasilitas infrastruktur energi mengalami kerusakan serius akibat penembakan yang membombardir hampir seluruh kota.
Baca juga: Kyiv Dilanda Dingin Ekstrem, 1.500 Gedung Tanpa Pemanas Ruangan
(Serangan Rusia melumpuhkan aliran listrik. Foto: Anadolu Agency)
Eskalasi meningkat saat ditempuh jalur diplomasi Mengutip Euro News, Senin, 26 Januari 2026, serangan ini mengakibatkan krisis energi nasional dengan 80 persen wilayah Ukraina mengalami pemadaman listrik darurat.
Menurut otoritas Ukraina, Rusia meluncurkan total 396 drone dan rudal. Meski pertahanan udara berhasil melumpuhkan 372 drone, puing-puing dan hantaman langsung menimbulkan kerusakan fatal terutama di Ibu kota Kyiv yang menjadi salah satu target utama serangan ini.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran di beberapa bangunan dan menyebabkan terganggunya pasokan air serta pemanas di sebagian wilayah ibu kota.
Dilaporkan satu orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara banyak warga terpaksa menghabiskan malam di stasiun metro untuk mencari perlindungan.
Situasi serupa terjadi di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Serangkaian ledakan dahsyat merusak sejumlah apartemen di gedung tinggi, hostel bagi pengungsi, rumah sakit, hingga rumah bersalin.
Sebanyak 14 orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anak dan wanita hamil. Sementara itu, di Chernihiv bagian utara, fasilitas infrastruktur energi mengalami kerusakan serius akibat penembakan yang membombardir hampir seluruh kota.
Baca juga: Kyiv Dilanda Dingin Ekstrem, 1.500 Gedung Tanpa Pemanas Ruangan
(Serangan Rusia melumpuhkan aliran listrik. Foto: Anadolu Agency)
Eskalasi serangan ini terjadi di momen penting, bertepatan dengan pertemuan negosiator dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhabi yang telah dimulai sejak Jumat, 23 Januari 2026.
Diskusi tersebut, bertujuan untuk mencari jalan keluar guna mengakhiri perang yang hampir memasuki tahun keempat, berdasarkan rencana yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump.
Meskipun jalur diplomasi sedang ditempuh, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan hambatan utama tetap pada masalah kedaulatan wilayah, terutama tuntutan Moskow agar Ukraina segera menarik pasukannya dari wilayah industri Donbas. (Surya Mahmuda)




