Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi adanya tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masuk ke wilayah Malaysia. Prasetyo memastikan pemerintah akan mencari jalan keluar terkait persoalan tersebut.
"Nanti kita cari jalan keluar," kata Prasetyo usai rapat bersama Komisi XIII DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Prasetyo mengatakan pihaknya akan segera mengecek kondisi tersebut. Dia mengatakan diskusi dengan kementerian lembaga terkait pun akan dilakukan.
"Nanti kita cek di lapangan, kita diskusikan," ujarnya.
3 Desa Masuk MalaysiaAdapun tiga desa itu adalah Desa Kabungalor, Desa Lipaga, dan Desa Tetagas. Kendati demikian, sekitar 5.207 hektare wilayah yang sebelumnya masuk ke Malaysia menjadi pengembangan free trade zone.
"Kita, yang masuk wilayah Malaysia itu terdapat Desa Kabungalor, Desa Lipaga, Desa Tetagas, dan total wilayah yang masuk ke Indonesia kurang lebih, kurang lebih 5.207 hektare," ujar Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
"Jadi masuk ke wilayah Indonesia. Kemudian, ada tambahan kurang lebih 5.200, kurang lebih 5.207 hektare ini lahan sebelumnya menjadi wilayah Malaysia, diusulkan menjadi mendukung pembangunan kawasan perbatasan sebagai pengganti kawasan hutan untuk pembangunan PLBN dan pengembangan free trade zone," imbuhnya.
(amw/gbr)



