Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XIII di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.
Prasetyo menyampaikan bahwa musibah di Cisarua menjadi pengingat pentingnya langkah antisipatif yang lebih kuat dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang kini tengah terjadi.
"Kami juga sekali lagi turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir," ujar Prasetyo.
Mengenai rencana pembentukan tim penanganan banjir di Pulau Jawa, Prasetyo menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian saat ini sudah mulai berjalan. Ia menambahkan bahwa komunikasi awal antar kementerian telah dilakukan secara informal untuk menyatukan visi penanganan bencana.
Menurutnya, pemerintah tidak memulai langkah ini dari nol karena beberapa kementerian terkait sebenarnya sudah memiliki rancangan serta desain penanganan banjir. Pemerintah kini fokus untuk mengintegrasikan seluruh rencana tersebut agar lebih efektif.
"Di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik lah, dari hulu ke hilir," jelasnya.
Selain penanganan korban, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada gangguan infrastruktur transportasi akibat cuaca ekstrem. Prasetyo menyoroti kondisi jalur kereta api di wilayah utara Jawa yang rawan terdampak.
Terdapat 16 titik rawan yang sering mengalami genangan saat curah hujan tinggi, sehingga menghambat mobilitas masyarakat yang mengandalkan moda transportasi tersebut.
"Jadi ada 16 titik di utara Jawa jalur kereta api yang setiap curah hujan tinggi, dia akan tergenang dan mengganggu layanan masyarakat kita yang menggunakan transportasi kereta api. Jadi pengin nya ini bisa terintegralistik gitu," imbuh Prasetyo.
Upaya integrasi ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi penanganan bencana dan perlindungan fasilitas publik dari dampak cuaca buruk di masa mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews



