GenPI.co - Alih fungsi hutan di wilayah hutan Perhutani diduga kuat menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengancam akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan ini.
Erwan melihat penggunaan lahan hutan sebagai area pertanian yang tidak sesuai peruntukannya.
Kondisi ini akhirnya memperlemah struktur tanah di kawasan Cisarua tersebut.
"(Karena) ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kami akan kembalikan hijau, kami kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan," kata Erwan, dikutip Senin (26/1).
Di sisi lain, pihaknya memastikan warga terdampak longsor di Cisarua akan direlokasi.
Pemprov Jawa Barat segera menyiapkan skema relokasi berdasarkan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang aman.
"Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama," tegas dia.
Pihaknya juga memastikan operasi pencarian korban hilang tetap menjadi prioritas utama.
"Saat ini kami terus bekerja. Semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Insyaallah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa dilanjutkan secara maksimal," terang dia.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat longsor di Cisarua mengakibatkan 19 orang meninggal dunia, 73 jiwa masih hilang, 666 orang mengungsi, dan 51 unit rumah rusak berat.(ant)
Tonton Video viral berikut:




