Feri Tenggelam di Filipina Selatan, 18 Orang Tewas dan 24 Masih Hilang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebuah kapal feri yang membawa lebih dari 350 orang tenggelam pada Senin (26/1) dini hari di perairan dekat sebuah pulau di Filipina selatan. Tim penyelamat telah menyelamatkan sedikitnya 317 penumpang dan menemukan 18 jenazah, sementara 24 lainnya masih hilang.

Kantor berita AFP melaporkan, Kapal feri MV Trisha Kerstin 3 mengirimkan sinyal darurat sekitar pukul 01.50 waktu setempat, atau lebih dari empat jam setelah bertolak dari Pelabuhan Kota Zamboanga di ujung barat daya Pulau Mindanao, menurut pernyataan penjaga pantai. Kapal tersebut dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya tenggelam setelah tengah malam, menurut penjaga pantai Filipina.

Komandan Penjaga Pantai Filipina Romel Dua mengatakan kepada AP News bahwa kapal tenggelam dalam kondisi cuaca baik, sekitar satu mil laut dari Desa Baluk-baluk, Provinsi Basilan.

“Ada petugas keselamatan penjaga pantai di dalam kapal dan dia yang pertama menghubungi kami untuk mengerahkan kapal-kapal penyelamat,” kata Dua. Petugas tersebut dilaporkan selamat.

Di sisi lain, juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Noemie Cayabyab, mengatakan sejumlah penyintas menyebut kondisi laut saat kejadian cukup buruk.

“Berdasarkan keterangan para penyintas, perairan di lokasi saat itu sedang bergelombang,” kata Cayabyab dalam wawancara televisi, yang dikutip AFP.

Petugas darurat setempat mengaku kewalahan menangani banyaknya korban selamat.

“Tantangan utama kami adalah jumlah pasien yang terus berdatangan. Kami kekurangan tenaga saat ini,” kata petugas tanggap darurat Basilan, Ronalyn Perez, seraya menambahkan sedikitnya 18 orang telah dibawa ke salah satu rumah sakit.

Salah satu penumpang yang selamat, Mohamad Khan, mengatakan kapal tiba-tiba miring ke satu sisi dan mulai kemasukan air, membuat penumpang terlempar ke laut dalam kondisi gelap gulita. Khan dan istrinya berhasil diselamatkan, namun bayi mereka yang berusia enam bulan meninggal dunia.

“Istri saya kehilangan pegangan pada bayi kami dan kami semua terpisah di laut,” ujar Khan dengan suara terpatah-patah kepada relawan penyelamat Gamar Alih, yang membagikan kesaksian tersebut melalui Facebook.

Alih, yang merupakan anggota dewan desa dari Zamboanga, mengatakan kepada AP News bahwa ia ikut membantu proses pencarian karena beberapa kerabatnya berada di kapal tersebut. Seluruh kerabatnya dilaporkan selamat.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan kapal penjaga pantai dan angkatan laut, pesawat pengintai, helikopter Black Hawk milik angkatan udara, serta perahu-perahu nelayan di perairan Basilan.

Gubernur Basilan Mujiv Hataman mengatakan sejumlah penumpang dan dua jenazah dibawa ke Kota Isabela, ibu kota provinsi.

“Saya menerima 37 orang di dermaga. Sayangnya, dua di antaranya meninggal dunia,” ujar Hataman melalui sambungan telepon.

Penjaga pantai menyatakan penyebab tenggelamnya kapal masih diselidiki. Dua menambahkan, kapal telah diperiksa sebelum berangkat dan tidak ditemukan tanda kelebihan muatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Takut Jadi Aktivis: Pesan Hakim dan Ironi Demokrasi
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Satgas Penertiban Kawasan Hutan Diminta Hormati Kepastian Hukum HGU
• 10 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
BGN Tegaskan Tak Boleh Ada Pemaksaan Jika Sekolah Menolak Makan Bergizi Gratis
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
AS Terancam Shutdown Imbas Kasus Penembakan Warga oleh Aparat di Minnesota
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Lanjutkan Penataan JIS, Pramono Dorong Aktivitas Berskala Internasional
• 22 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.