Hino Uji Coba BBM B50, Siapkan Penyesuaian Mesin Truk dan Bus

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menyatakan dukungannya terhadap uji coba (road test) penggunaan bahan bakar biodiesel B50 yang akan dicanangkan pemerintah Indonesia tahun ini, sekaligus menegaskan kesiapan teknis untuk menyesuaikan spesifikasi mesin truk dan bus bila diperlukan.

Sebagai pabrikan yang telah berkiprah selama lebih dari empat dekade di Tanah Air, Hino ikut berpartisipasi aktif dalam uji coba B50 bersama pemerintah. Selain itu, Hino juga melakukan pengujian mandiri bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengevaluasi kinerja dan performa kendaraannya dengan bahan bakar baru ini.

Direktur HMMI, Harianto Sariyan mengatakan, Hino selalu berupaya berada di garis depan setiap kali ada perubahan kebijakan bahan bakar, ini dilakukan sejak implementasi B30 hingga B50 saat ini.

“Jika ada penerapan pergantian bbm itu kami selalu di depan, bekerja sama dengan pemerintah untuk B50 ini. Untuk sekarang memang masih dalam tahap uji coba jadi kita belum tau hasilnya,” ujar Harianto beberapa waktu lalu di Purwakarta, Jawa Barat.

Untuk memastikan kendaraan yang sampai ke konsumen tetap berkinerja baik, Hino juga tengah mempersiapkan proses pengembangan lanjutan. Harianto mengatakan, penyesuaian teknis akan dilakukan berdasarkan hasil pengujian bersama pemerintah dan temuan dari uji internal Hino.

Executive Officer HMMI Wingky Kurniawan menambahkan, hasil uji coba B50 akan memberikan informasi penting terkait aspek performa mesin dan sistem pembakaran, termasuk potensi penyesuaian komponen seperti filter solar. Bila nantinya dibutuhkan, Hino akan menyesuaikan desain atau material mesin untuk truk dan bus yang diproduksi.

"Kami nanti bisa melihat bagaimana kondisi mesin serta yang berada di sistem pembakaran, kemudian kami nanti juga melihat apakah ada ubahan di filter solarnya atau tidak, apakah perlu penyesuaian ulang atau tidak," timpalnya.

Implementasi B50 merupakan langkah lanjutan dari kebijakan biodiesel nasional yang sebelumnya telah berjalan melalui B30. Pemerintah tengah mengevaluasi hasil uji jalan untuk menentukan waktu implementasi mandatori B50 secara lebih luas, termasuk kajian terhadap kuota dan alokasi bahan bakar biodiesel.

Hino menilai bahwa perubahan kandungan bahan bakar ini bukan hanya tantangan teknis semata, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi sektor transportasi komersial di Indonesia.

"Pada dasarnya bahan baku untuk B50 ini tidak berbeda banyak dengan yang sebelumnya, hanya saja butuh penyesuaian lebih lanjut agar kita dapat mengetahui apa saja yang dapat ditimbulkan untuk kendaraan," tuntasnya.

Mengacu keterangan resmi Kementerian ESDM, implementasi B50 akan meningkatkan porsi bahan bakar nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dalam solar secara masif, sehingga mampu menggantikan sepenuhnya volume impor minyak solar dan menjadikan pasokan solar nasional 100% berasal dari sumber daya domestik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Besi JPO Kerap Dicuri, Pramono Minta Beralih ke Bahan yang Tidak Bisa Diambil
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
AWG Minta Prabowo Tarik Diri dari Skema Trump di Dewan Perdamaian
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Cek Perkembangan Program Strategis
• 17 jam laludetik.com
thumb
Suami Gwen Stefani Selingkuh, Studi Bongkar Penyebab Pasangan Tidak Setia
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Novel Bamukmin Diperiksa Terkait Laporan Materi Pandji Pragiwaksono di ‘Mens Rea’
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.