Akibat cuaca ekstrem, hingga saat ini Indonesia masih dihantui berbagai bencana. Beberapa wilayah yang sebelumnya sempat terkena banjir bandang, kini kembali dilanda kejadian yang sama. Terbaru, bencana tanah longsor terjadi di kawasan Cisarua, Kabupaten bandung Barat.
Hingga Senin (26/1/2026/) siang, tim SAR masih berjibaku mencari korban longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) pekan lalu. Dalam peristiwa ini, setidaknya 30 rumah di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tertimbun longsor.
Dalam upaya penyelamatan ini, Tim SAR yang bertugas dibayang-bayangi cuaca buruk serta longsor susulan. Guna mempercepat proses evakuasi, Komandan Sektor Kantor SAR Bandung, Agung, menyebut jika pencarian korban dilakukan dengan membagi menjadi beberapa sektor.
"Untuk pencarian hari ketiga ini kami fokuskan di sektor A1, tapi kami bagi lagi menjadi bawah, tengah, dan atas. Total ada tiga sektor yaitu A1, A2, dan B3," kata Agung saat ditemui, Senin (26/1/2026).
Peristiwa ini menjadi alarm bahaya soal alih fungsi lahan besar-besaran yang terjadi di sejumlah daerah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Usai meninjau lokasi longsor Cisarua, ia meminta agar wilayah tersebut tak boleh ditempati lagi. Lahannya kemudian mesti direboisasi dengan tanaman keras agar struktur tanahnya bisa menguat kembali.
"Kalau kembali akan longsor lagi, ini jadi pelajaran bagi daerah lain, untuk memperkuat tata ruang, daerah rawan ini harus kita petakan, setiap bupati wali kota gubernur, kita petakan secara nasional untuk kota memikirkan potensi kerawanan hidro meteorologi seperti ini hujan lebat, hujan deras," kata Tito, dikutip dari detikJabar, Senin (26/1).
Hal senada juga diutarakan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Ia meminta pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat agar mengawasi alih fungsi lahan di daerah-daerah perbukitan dan dataran tinggi. Hal itu demi meminimalisir potensi bencana serupa di kemudian hari.
"Stop alih fungsi lahan juga. Tolong diperhatikan kepada pak wagub," kata Gibran.
Lalu sejauh mana alih fungsi lahan menjadi faktor pergerakan tanah? Ikuti diskusinya dalam detikSore.
Kembali membahas bencana hidrometeorologi, detikSore akan melaporkan situasi terbaru bencana banjir bandang di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah. Seperti ditulis detikJateng, kawasan wisata unggulan tersebut kembali diterjang banjir bandang pada Jumat, (23/1). Banjir tersebut juga membawa banyak material kayu yang hanyut hingga memenuhi kawasan pantai Larangan.
Akibat banjir bandang ini, sejumlah aktivitas di kawasan tersebut dihentikan sementara. BPBD Jateng sudah menyiapkan langkah untuk perbaikan di kawasan objek wisata alam tersebut. Kepala BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menyebut jika perbaikan akan segera dilakukan sembari menunggu cuaca lebih kondusif.
"Sementara di titik tersebut belum dilakukan pembenahan, menunggu cuaca baik. Kalau saat ini rencananya bangunan penahan aliran air di Permadi (diberi) bronjong," kata Bergas melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (25/1/2026).
Bagaimana situasi terbaru di sana? Ikuti laporan Jurnalis detikJateng selengkapnya.
Melihat tren kenaikan nilai emas belakangan ini, detikSore akan menghadirkan Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi. Bersama Ibrahim, detikSore akan menganalisis bagaimana faktor geopolitik serta pelemahan dolar mempengaruhi meroketnya harga emas di Indonesia.
Lalu sampai di angka berapa nilai emas akan terus merangkak naik? Bagaimana masyarakat perlu membaca situasi ini? Simak diskusi lengkapnya dalam Sunsetalk detikSore!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)



.jpg)
