Longsoran Tutupi Area 26 Hektare, Basarnas Hadapi Dua Mahkota Longsor Cisarua

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Proses pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi tantangan besar.

Luas area operasi SAR diperkirakan mencapai lebih dari 26 hektare dengan kondisi medan yang sangat kompleks.

BACA JUGA: Alih Fungsi Lahan dari Hutan Jadi Pertanian Penyebab Longsor KBB

Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii mengatakan berdasarkan pemetaan sebelum dan sesudah kejadian, posisi rumah-rumah warga berada di bawah badan jalan. Namun, jalan tersebut hampir seluruhnya tertutup material longsor sehingga menyulitkan akses pencarian.

"Fokus operasi diarahkan ke area rumah warga yang tertimbun. Total ada 34 kepala keluarga yang terdampak langsung," kata Syafii dalam konferensi pers di lokasi bencana, Senin (26/1/2026).

BACA JUGA: Kondisi Tanah Masih Lembek, Alat Besar Sulit Masuk Lokasi Longsor Cisarua KBB

Selain permukiman warga, area longsoran juga mencakup kawasan perhutani dan perkebunan. Kondisi ini membuka kemungkinan adanya saung atau bangunan kecil yang ikut tertimbun material longsor.

Dari hasil identifikasi lapangan, longsoran di Cisarua memiliki dua mahkota longsor.

BACA JUGA: Tim DVI Masih Identifikasi 8 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

Panjang salah satu mahkota berikut lidah longsoran diperkirakan mencapai sekitar 200 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter.

Namun, ukuran tersebut tidak bersifat mutlak karena sebaran material dapat melebar ke berbagai arah.

"Dengan kondisi tersebut, kami tidak menyampaikan jumlah korban secara spekulatif. Ini bagian dari penghormatan terhadap nilai kemanusiaan," tuturnya.

Adapun Operasi SAR ini difokuskan pada sektor A1, A2, dan A3, meskipun sebelumnya juga ditemukan korban di sektor B.

Posko operasi berjalan sepanjang hari, sementar aktivitas personel di lapangan menyesuaikan kondisi keselamatan, terutama jarak pandang dan stabilitas medan.

Basarnas menyebutkan operasi SAR secara normal akan dievaluasi pada hari ketujuh. Sementara itu, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

"Hasil evaluasi hari ketujuh akan menentukan pola operasi selanjutnya, apakah dilanjutkan secara mandiri atau terintegrasi," katanya. (mcr27/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri Mau Jadi Petani Kalau Polri di Bawah Kementerian


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
AHY dan Menteri PU Tinjau Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana
• 20 jam laludetik.com
thumb
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada Pertemuan Pertama 2026
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG ditutup menguat di tengah antisipasi memanasnya Iran dan AS
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Menko AHY dan Menteri PU Tinjau Ketahanan Rumah Hunian dan Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Sekaligus Cek RSUD Aceh Tamiang
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.