Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

India telah melaporkan lima kasus infeksi virus Nipah dan 100 orang dikarantina.

Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pemerintah Thailand mulai memeriksa kesehatan penumpang pesawat yang datang dari India, merespons kasus infeksi Nipah virus (NiV) di Bengal Barat, India, yang kini sudah menjangkiti lima warga setempat. 

Melansir Global Times (26/1/2026), skrining ini dilakukan di Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Dong Mueang, dengan fokus pemeriksaan pada penumpang yang terbang dari Bengal Barat.  

Baca Juga:
Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur

Dari laman resmi pemerintah Inggris, kasus infeksi NiV di India pertama kali yang menjangkiti dua warga setempat dilaporkan pada 13 Januari. Namun kini jumlah pasien terinfeksi di India sudah mencapai lima orang, dan ada 100 orang yang dikarantina. 

Selaras dengan Thailand, pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan dini dan mulai melakukan skrining kesehatan pada penumpang yang turun di Bandara Internasional Tribuvhan, juga di perbatasan-perbatasan India-Nepal. 

Baca Juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sumatera hingga Jawa

Mengutip Bangkok Post, Virolog Universitas Chulalongkorn Profesor Dr Yong Povoorawan memperingatkan bahwa Thailand berisiko mengalami kasus infeksi NiV yang dibawa oleh kelelawar buah (fruit bats). 

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonotik, yaitu penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Menurut Yong, kelelawar buah yang tersebar di seluruh negeri merupakan reservoir alami bagi virus ini, sehingga ada potensi penularan bila terjadi kontak tidak aman antara manusia dan hewan tersebut. 

Baca Juga:
BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Belum Usai, Potensi Hujan Lebat hingga 29 Januari

Kelelawar buah hidup di berbagai wilayah Thailand, termasuk area permukiman, kebun buah, dan lingkungan yang dekat komunitas manusia. Karena virus Nipah tidak membuat kelelawar sakit, hewan itu dapat membawa virus tersebut tanpa gejala.

Mereka kemudian menularkannya melalui kontak langsung atau tidak langsung, misalnya lewat makanan atau permukaan yang terkontaminasi. Distribusi kelelawar buah yang luas di Thailand meningkatkan peluang virus Nipah masuk ke rantai penularan apalagi jika tindakan pencegahan tidak diterapkan secara efektif di masyarakat luas.  

Virus Nipah sendiri dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejalanya seperti demam tinggi dan ensefalitis (peradangan pada otak) yang segera memerlukan perawatan medis.

Bagi kelompok usia tertentu dan orang-orang yang memiliki sistem imun lemah berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi penyakit ini. 

Untuk itu masyarakat dan otoritas kesehatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko zoonotik, karena meskipun kasus NiV di Thailand belum dilaporkan, potensi ancaman tetap ada jika manusia dan hewan pembawa virus berada dalam interaksi dekat. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kairatu Beach Berlakukan Sasi Miras Demi Keamanan Wisatawan
• 56 menit lalutvrinews.com
thumb
Pencarian Korban Longsor Cisarua Hari Ketiga, SAR Kerahkan 9 Alat Berat dan 12 Anjing K-9
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kinerja Bank Jatim Catat Laba Besar, Komisi II DPR RI Ingatkan Prinsip Kepatuhan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pembicaraan Trilateral Pertama antara AS, Rusia, dan Ukraina Sejak Dimulainya Perang : Secercah Harapan untuk Kesepakatan Perdamaian Muncul
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Jadi Langganan Banjir, Warga Kebon Pala Jaktim Minta Direlokasi, Ketua RT: Siap Pindah ke Rusun
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.