Penulis: Lukman Budianto
TVRINews, Kolaka Utara
Dinas Perdagangan Kabupaten Kolaka Utara mulai memperketat pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar gas elpiji menjelang bulan suci Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi permainan harga dan penimbunan barang yang kerap terjadi saat kebutuhan masyarakat meningkat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kolaka Utara, Abu Bakri, menegaskan bahwa pihaknya kini meningkatkan intensitas pemantauan di sejumlah titik distribusi.
“Kami memperketat pengawasan distribusi LPG dan bahan pokok menjelang Ramadan untuk mencegah permainan harga dan penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, kami siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” ujarnya menegaskan.
Menurut Abu Bakri, indikasi kelangkaan LPG di Kolaka Utara selama ini lebih sering terjadi akibat ulah pengecer yang bermain harga, bukan karena kurangnya pasokan dari agen.
“Kelangkaan biasanya bukan disebabkan pasokan dari agen, tetapi ulah spekulan di tingkat pengecer. Ini yang sedang kami tertibkan,” tambahnya.
Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Stok kebutuhan pokok saat ini aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kolaka Utara menjelang Ramadan,” jelasnya.
Terkait harga bahan pangan, Abu Bakri menyebutkan bahwa kondisi pasar saat ini masih relatif stabil. Namun ia tetap mewaspadai potensi gejolak harga yang biasanya terjadi mendekati hari-hari besar.
“Harga-harga di pasar sejauh ini stabil, tetapi kami tetap mewaspadai potensi kenaikan mendekati Ramadan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483057/original/024499400_1769322388-IMG_7044.jpeg)

:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260126-Kapolda-Alumni-Akpol-1995-Bertambah-Jadi-3-Orang-Terbaru-Peraih-Adhi-Makayasa.jpg)