JAKARTA, KOMPAS.TV- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut Polri mengubah paradigma untuk menghadapi pendemo atau massa yang menyampaikan berunjuk rasa di muka umum, dari semula menghadapi menjadi melayani.
Demikian Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan dalam Rapat Kerja Kapolri, Kapolda Seluruh Indonesia dengan Komisi III DPR RI, Senin (26/1/2026).
“Terkait dengan transformasi pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, kita tentunya melakukan perbaikan terhadap pelayanan pemberian penyampaian pendapat di muka umum. Kegiatan-kegiatan kita dorong untuk melakukan perbaikan, salah satunya adalah paradigma terhadap pelayanan,” ucap Kapolri Jenderal Listyo.
Baca Juga: Kapolri Jenderal Sigit: Kortas Tipikor Polri Kembalikan Aset Rp2,37 Triliun ke Negara
“Yang awalnya menghadapi massa, saat ini kita rubah paradigmanya menjadi melayani masyarakat, mendahulukan tindakan preemtif dan preventif dalam menghadapi berbagai penyampaian pendapat.”
Di samping itu, kata Kapolri, personel Polri yang bertugas melayani masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum menggunakan alat-alat digital, kamera sebagai bentuk akuntabilitas. Termasuk, melakukan tindakan tegas dan terukur manakala terjadi kerusuhan dan mengoptimalkan peran negosiator.
“Perubahan mindset dari aparat menjadi pelayan, yang awalnya kita mengedepankan atau power base atau berbasis kekuasaan. Saat ini kita mendorong trust based atau berbasis kepercayaan,” kata Kapolri Jenderal Listyo.
Baca Juga: Kapolri Fokus Kembangkan Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Institusi: Kadang Disebut Superman
“Tentunya kita harapkan ini juga tentunya akan memunculkan suasana baru dalam rangka menjaga kondusifitas terkait dengan kemerdekaan memberikan pendapat di muka umum dan bila perlu kita melakukan kegiatan lain yang lebih positif mulai dari kegiatan aksi solidaritas sesama kelompok buruh, ojol dalam bentuk kegiatan kebangsaan.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kapolri
- jenderal listyo sigit
- polri
- unjuk rasa
- paradigma polri hadapi pendemo




