Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menghadap Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (25/1) malam. Menhan menghadap bersama sejumlah Kabinet Merah Putih yakni Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BIN Herindra hingga Menkeu Purbaya Sadewa.
Sjafrie membeberkan pertemuan dirinya dengan Prabowo di Hambalang. Ia melaporkan bagaimana situasi nasional selama Prabowo pergi ke Inggris dan Swiss.
"Jadi, kemarin malam saya bersama Panglima, menghadap Bapak Presiden untuk melaporkan situasi selama beliau meninggalkan tanah air. Beliau meminta laporan tentang situasi pada saat beliau meninggalkan tanah air," kata Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR, Senin (26/1).
"Saya laporkan bahwa situasi nasional yang terjadi pada saat beliau berangkat ke luar negeri itu aman, terjaga, dan terkendali. Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi yang mengganggu stabilitas nasional selama beliau meninggalkan tanah air," tambah dia.
Selain itu, Sjafrie melaporkan soal tugas yang dibebankan kepada TNI untuk melaksanakan Satgas Kuala untuk mempercepat pemilihan pascabencana Sumatera.
Satgas ini bertugas memperdalam sedimentasi muara sampai hulu dari Sungai Tamiang.
"Dan ini berjalan sejak tanggal 14 Januari, dan nanti pada bulan Februari ini, lumpur yang berada di muara itu akan disedot ke tongkang, kemudian kita simpan dan kita akan cek kadar dari lumpur itu sendiri, apakah ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus dari kadar lumpur itu," kata dia.
Prabowo Minta TNI dan Kemhan Perhatikan EfisiensiEks Pangdam Jaya ini juga melapor kepada Prabowo terkait tugas dinamis yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat dengan satgas jembatannya. Ia juga melaporkan operasi lawan insurgensi yang dilaksanakan di Papua.
"Sedangkan lain-lain yang beliau minta supaya terus dilakukan oleh TNI dan Kementerian Pertahanan adalah efisiensi, kemudian juga akuntabilitas di dalam mengelola anggaran yang diberikan oleh negara kepada TNI dengan memperhatikan penegakan hukum bagi mereka-mereka yang melakukan penyimpangan dan penyelewengan terhadap penggunaan anggaran," kata Sjafrie.
"Beliau sangat cermat kepada masing-masing Kepala Staf untuk memperhatikan personilnya agar tetap transparan dan akuntabel di dalam mengelola anggaran negara," tutur dia.





