TRIBUN-TIMUR.COM – Penumpang kereta api rute Maros–Barru menyoroti pelayanan Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) menyusul insiden mogoknya kereta api tujuan Stasiun Garongkong, Kabupaten Barru.
Kereta api tersebut mengalami gangguan operasional pada Sabtu (24/1/2025).
Namun, keluhan baru disampaikan penumpang kepada Tribun-Timur.com, Senin (26/1/2026).
Sebagai informasi, jarak tempuh Stasiun Maros–Stasiun Garongkong berada di kisaran 80 kilometer.
Sementara Stasiun Mandai–Stasiun Rammang-Rammang merupakan segmen awal lintasan dengan jarak sekitar puluhan kilometer.
BPKA Sulsel merupakan unit teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sarana dan prasarana perkeretaapian di Sulsel.
KERETA API MOGOK - Penumpang kereta api rute Maros–Barru turun di Stasiun Rammang-rammang, Maros, gegara kereta mogok, Sabtu (24/1/2025). Penumpang menyoroti pelayanan Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) menyusul insiden mogoknya kereta api tujuan Stasiun Garongkong, Kabupaten Barru.Lembaga ini mengelola operasional jalur Kereta Api Makassar–Parepare (Trans Sulawesi), termasuk fasilitas stasiun dan pengembangan kawasan pendukung seperti UMKM.
Salah seorang penumpang, Syamsir, menuturkan kereta api dengan nomor perjalanan K122313 berangkat dari Stasiun Mandai menuju Garongkong, Barru, sekitar pukul 07.00 Wita.
Namun di tengah perjalanan, kereta api berwarna merah putih itu mengalami gangguan dan hanya mampu melaju hingga Stasiun Rammang-Rammang, Kabupaten Maros.
“Awalnya penumpang menikmati pemandangan alam Maros, tapi akhirnya kecewa karena kereta mogok di perjalanan. Kereta api di Maros, masa mogok di tengah jalan. Lucu juga,” ujar Syamsir.
Pihak pengelola kemudian memberikan dua opsi kepada penumpang.
Penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan dialihkan menggunakan bus.
Sementara penumpang yang membatalkan perjalanan diarahkan kembali ke Stasiun Mandai.
“Yang mau lanjut dikasi naik bus. Kalau yang mau balik, ikut kembali ke Mandai,” jelasnya.
Menurut informasi yang diterima penumpang, kereta api tersebut diduga tidak mampu menanjak pada lintasan tertentu.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483242/original/019185500_1769347565-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_20.06.06.jpeg)