Bayi Berkeringat di Malam Hari, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sebagian orang mengira keringat baru muncul saat seseorang memasuki masa remaja. Padahal, anggapan tersebut keliru. Berkeringat di malam hari justru cukup umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Pada sebagian bayi, keringat malam memang bisa dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu.

Namun, tidak sedikit pula bayi yang mengalaminya tanpa penyebab medis yang jelas. Dikutip dari Healthline, orang tua tidak perlu langsung khawatir jika bayi berkeringat karena kondisi ini umumnya masih tergolong normal.

Penyebab Bayi Berkeringat saat Tidur

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan melalui berbagai siklus tidur. Pada fase tidur nyenyak, beberapa bayi dapat mengeluarkan keringat lebih banyak hingga terbangun karena tubuhnya terasa basah. Dalam banyak kasus, kondisi ini masih tergolong normal.

Namun, pada situasi tertentu, keringat berlebih saat tidur bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Pakar menyebutkan, keringat berlebih pada bayi bisa menjadi salah satu tanda penyakit, seperti pilek atau infeksi. Hal ini biasanya terlihat pada bayi yang sebelumnya jarang berkeringat, lalu tiba-tiba mengeluarkan keringat berlebihan.

-Hiperhidrosis pada Bayi

Selain itu, terdapat kondisi yang disebut hiperhidrosis, yaitu gangguan yang menyebabkan produksi keringat berlebih, bahkan saat suhu tidak panas. Hiperhidrosis bisa terjadi secara lokal di area tertentu, seperti tangan, ketiak, atau kaki, maupun di beberapa bagian tubuh sekaligus.

-Penyakit Jantung Bawaan

Pada kasus yang lebih jarang, keringat berlebihan juga dapat menjadi tanda penyakit jantung bawaan. Bayi dengan kondisi ini cenderung berkeringat hampir sepanjang waktu karena tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah. Selain itu, bayi biasanya tampak cepat lelah dan berkeringat saat menyusu atau makan.

Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Jika bayi tampak berkeringat berlebihan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Pertama, perhatikan jumlah dan jenis pakaian yang dikenakan bayi. Keringat sering kali menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, sehingga lapisan pakaian perlu dikurangi.

Selain itu, pastikan suhu ruangan tetap nyaman. Suhu ideal kamar bayi berada di kisaran 20–22 derajat Celsius. Jika ruangan tidak memiliki termometer, orang tua dapat menggunakan alat ukur suhu portabel atau memanfaatkan monitor bayi yang dilengkapi indikator suhu.

Sebagai panduan sederhana, perhatikan kondisi diri sendiri. Jika orang tua merasa kepanasan, kemungkinan besar bayi juga merasakan hal yang sama. Namun, bila suhu ruangan sudah disesuaikan dan pakaian telah dikurangi tetapi bayi tetap berkeringat, orang tua perlu waspada. Terlebih jika disertai demam atau gejala lain, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Momen Utut Beri Kode Budi Satrio Djiwandono Bakal Masuk Eksekutif
• 7 jam laluidntimes.com
thumb
Tampil Jalur Tuan Rumah, Pelatih Timnas Futsal Indonesia Kantongi Kekuatan Pesaing Piala Asia Futsal 2026 dengan Analisa Lawan
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Arteta Tegaskan Bertanggung Jawab Usai Arsenal Ditekuk MU, Carrick Bahagia
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Berpidato di World Economic Forum. Tentang Apa?
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sidang Perdana Pemerasan K3, Noel Didakwa Terima Uang dan Motor Ducati | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.