Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Pakar Buka-bukaan Faktanya

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Hajar Aswad berwarna hitam kecil-kecil. (Dok: Twitter/@ReasahAlharmain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat beragama Islam sudah tak asing dengan batu Hajar Aswad yang ada di Mekkah. Banyak yang meyakini batu tersebut jatuh dari surga.

Batu tersebut dikatakan sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. Terlepas dari kepercayaan yang ada, para ilmuwan mencoba mencari tahu jawaban asal-usul Hajar Aswad secara sains. 

Sejumlah ahli berpendapat Hajar Aswad masuk sebagai batu meteor atau meteorit. Kesimpulan ini mengacu kisah batuan tersebut yang berasal dari surga.


Belum lagi fakta sejarah yang menyebutkan adanya jejak-jejak meteorit dekat Kakbah, tempat Hajar Aswad berada.

Selain itu, E. Thomsen dalam studi "New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba" (1980) mengatakan peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kemudian disebut Wabar pada 1932.

Kawah itu kemudian diukur. Dilaporkan berukuran lebih dari 100 meter, dan beberapa pecahannya ditemukan berada di sekitar kawah dan gurun.

Pilihan Redaksi
  • Penampakan Gerbang Raja Salman di Mekkah, Gedung Berkilau Hadap Kabah
  • Heboh Sinkhole di Sumbar Keluarkan Air Berkhasiat, Begini Faktanya

Pecahannya terebntuk dari lebutan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Thompson mengatakan campuran itu akan menampilkan warna putih pada lapisan di dalamnya, bagian luarnya terbungkus dengan cangkang hitam.

Warna hitam pada batuan berasal dari nikel yang didapatkan dari ledakan Nikel serta Ferum (besir) di luar angkasa.

Thomsen juga mengatakan ciri-ciri pecahannya sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Warna putih yang dipancarkan dari Hajar Aswad kemungkinan dari paparan bagian inti campuran zat kimia itu.

Lapisan warna putih tidak akan tahan lama dan membuatnya berada di bagian bawah lapisan hitam. Jadi pada akhirnya memang hanya tersisa batu dengan warna hitam saja.

Hajar Aswad sendiri digambar berwarna putih dan kemudian berubah menjadi hitam karena menyerap dosa manusia.

Sementara itu, bintik putih pada Hajar Aswad adalah sisa kaca dan batu pasir. "Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad," tulis Thomsen.

Pada penelitian lain mencoba menjelaskan usia batuan itu. Disebutkan usianya sama dengan jangkauan pengamatan Arab kuno, dan kemungkinan dibawa ke Makkah lewat Oman.

Namun teori Hajar Aswad adalah meteor juga punya kelemahan. Karena batu meteor tidak mengapung, tidak pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi.

Asal-usul Hajar Aswad masih terus ditelusuri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lain yang masih menjadi misteri. Kita tunggu saja update selanjutnya!


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Transaksi Digital Bikin Bisnis Properti - Logistik Makin Cuan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Tantara, Drakor Terbaru Song Hye Kyo dan Gong Yoo yang Akan Tayang di Netflix
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
[FULL] Riuh! Respons Kapolri Jenderal Listyo Dengar DPR Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Belajar dari Kasus Aurelie Moeremans: 5 Cara Mencegah Child Grooming Pada Anak-Tips Parenting
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasatgas Tito Sebut Layanan Kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Beroperasi 100%
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Kertajati Terus Picu Pendarahan Fiskal, DPRD Jabar Minta Ruislag atau Jadi Markas Militer
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.