Amerika Serikat (AS) melirik Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk memasarkan komoditas pertanian mereka. Penasihat Pertanian dari USDA, Lisa Ahramjian, mengatakan potensi pasar Indonesia untuk komoditas AS sangat besar dengan populasi Indonesia yang terbesar ke-4 di dunia. "Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan populasi terbesar keempat di dunia, (jumlah) kelas menengahnya besar, dan sebagian besar penduduknya menyukai makanan yang lezat, dengan budaya ngemil yang menyenangkan di Indonesia. Ada potensi pasar yang besar untuk produk pertanian AS dan umumnya pembeli Indonesia punya permintaan yang tinggi terhadap produk AS," kata Lisa dalam press briefing di Kedubes AS, Jakarta Pusat, Senin (26/1). Lisa mengatakan, seluruh potensi pertanian AS ke Indonesia akan direalisasikan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya melalui kesepakatan negosiasi tarif yang kini memasuki tahap akhir dan akan segera difinalisasi. "Dan juga melalui promosi seperti event Rasa Amerika dan delegasi perdagangan. Sehingga hal-hal ini akan dilakukan untuk mewujudkan potensi itu," ujarnya. Di sisi lain, Lisa juga menyadari ada defisit perdagangan AS-Indonesia sepanjang 2024. Ekspor pertanian AS ke Indonesia sekitar USD 3 miliar, sementara ekspor pertanian Indonesia ke AS sebesar USD 1,1 miliar. Meski ada defisit perdagangan dari sektor pertanian, Lisa tetap optimistis dengan peluang perdagangan dari sektor pertanian. Apalagi, sektor pertanian berpotensi membuka lapangan kerja di Indonesia. "Jadi dalam misi perdagangan ini, kami memiliki perwakilan dari hewan hidup dan produk daging serta barang-barang kebutuhan sehari-hari dan lain sebagainya. Jadi, kami mencari peluang di Indonesia untuk produk pertanian AS dan ada banyak peluang di hampir semua bidang. Beberapa produk tersebut adalah produk seperti gandum AS yang kemudian diproses lebih lanjut di sini, yang tentu saja menciptakan banyak lapangan kerja di Indonesia dan juga sangat baik untuk bisnis Indonesia, terutama untuk produk yang sebenarnya tidak diproduksi di sini," jelasnya. "Jadi, kami berupaya meningkatkan peluang ekspor pertanian AS ke Indonesia dan kami melihat acara Rasa Amerika dan delegasi perdagangan yang akan datang sebagai cara yang bagus untuk melakukan itu, tentu saja di samping negosiasi yang sedang berlangsung," jelasnya.



