Sagara Bhumi, Menceritakan Indonesia lewat Kuliner Tradisional yang ‘Naik Kelas’

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Di balik setiap hidangan yang tersaji di meja makan, ada cerita panjang tentang bahan, teknik, dan tradisi yang membentuknya. Prinsip itulah yang dipegang Dominikus Sigit Dewanto dalam mendirikan Sagara Bhumi, restoran berkonsep omakase yang lahir dari kegelisahan sekaligus kecintaannya terhadap kuliner lokal Indonesia.

“Sagara Bhumi itu bentuk kecintaan saya terhadap makanan Indonesia, khususnya bahan lokal Indonesia. Jadi, saya ingin mengangkat hampir semuanya pakai makanan bahan lokal Indonesia,” kata Sigit saat ditemui di Sagara Bhumi yang berlokasi di Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (11/1).

Sagara Bhumi lahir dari keinginan Sigit untuk menceritakan kisah di balik makanan Indonesia lewat hidangan itu sendiri. Selain itu, ia khawatir generasi muda akan mulai melupakan warisan kuliner Nusantara.

“Karena takutnya nantinya generasi kita sebelumnya atau Gen Z ataupun Gen Beta nantinya tidak mengenal yang namanya sup lodeh atau atau makanan-makanan yang lain. Karena mungkin banyaknya makanan-makanan yang dari luar, kita melupakan sendiri makanan-makanan yang di sini,” tuturnya.

Dengan pendekatan ini, Sigit mengolah bahan lokal dan resep tradisional menggunakan teknik modern seperti sous-vide dan brine, serta menyajikannya dalam tampilan yang artistik a la fine dining. Inspirasi menu datang dari perjalanan Sigit menjelajahi daerah-daerah Indonesia, mencicipi makanan pinggir jalan, dan berinteraksi langsung dengan para penjual serta ibu-ibu di pasar.

“Mungkin kami cuma 0,01 persen dari kekayaan makanannya Indonesia itu, tapi kami ingin makanan Indonesia itu ada dan keren dalam bentuk Sagara Bhumi,” ujarnya.

Menu Sagara Bhumi menampilkan beragam kuliner Nusantara seperti ayam taliwang, ayam betutu, dan sei sapi. Setiap hidangan dirancang agar mencerminkan kekayaan rasa Indonesia sekaligus memperkenalkan cerita dan tradisi di balik masakan tersebut.

“Yang kita tahu kan yang di meja makan sekali hap itu lima menit, sepuluh menit selesai, tapi di balik proses itu kan sebenarnya panjang,” ujar Sigit yang juga merupakan pemilik restoran Aroma Rasa.

Bagi Sigit, dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan ruang untuk terus belajar dan melakukan eksplorasi. Di dapur Sagara Bhumi, ia bersama timnya menguji coba berbagai bahan dan teknik memasak, baik yang berakar dari tradisi lokal maupun modern.

“Sagara Bhumi itu adalah ruang kami belajar juga. Ruang kami membuat kami bodoh dalam artian bahwa banyak toh makanan Indonesia yang membuat kami membuat kami tidak ada apa-apanya. Jadi ruang kami berkreasi, ruang kami belajar, ruang kami tahu teknik baru, cara memasak baru, bahan baru,” tutur Sigit. Ia juga kerap belajar dari warung makan, ibu-ibu rumah tangga, hingga pedagang pasar yang sumber pengetahuannya turut memperkaya kreativitas tim.

Dengan semua persiapan dan eksperimen itu, Sagara Bhumi siap menghadirkan pengalaman kuliner Nusantara secara lebih luas. Sigit dan timnya akan memboyong hidangan Indonesia dalam sembilan set menu ke publik pada gelaran “Exotica Khatulistiwa” yang akan berlangsung 31 Januari 2026 di Bogey’s Teras Hyatt Regency Yogyakarta. Setiap menu dikurasi untuk menampilkan keberagaman rasa dan cerita di balik bahan, teknik, serta tradisi yang membentuknya. Kehadiran Sagara Bhumi di Hyatt Regency membuka kesempatan bagi masyarakat merasakan perpaduan rasa tradisional dan inovasi modern yang selama ini hanya bisa dinikmati di Sagara Bhumi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Bisa Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari Penyebab Diguyur Rezeki Tak Disangka-sangka?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Penerus Kevin-Marcus, Debut Apik Raymond-Joaquin Bawa Prestasi di di Indonesia Masters 2026
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sundance Film Festival 2026, Film Bikinan Pangeran Harry dan Meghan Markle Sepi Penonton
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Waspada Virus Nipah, Thailand Terapkan Lagi Protokol Era Covid-19 di Bandara
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Masih Tunggu Hasil dari Dokter soal Penyebab Kematian Lula Lahfah
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.