Aktris Dian Sastrowardoyo berperan sebagai produser sekaligus tokoh utama seorang ibu dalam film terbaru Base Entertainment dan Beacon Film bertajuk Mothernet atau Esok Tanpa Ibu.
Berakting sebagai AI, Dian Sastro memerlukan teknik berbeda dari peran manusia biasa. Dian harus melatih suara agar bisa terdengar seperti asisten virtual yang sering dijumpai di internet.
"Aku harus berakting sebagai AI. Waktu itu supaya bisa berintonasi sebagai AI, aku jadi sering ngobrol bersama AI yang ada di HP aku, supaya bisa hapal sama intonasi dia," kata Dian di Epicentrum, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menurut Dian, ada karakteristik suara tertentu yang membuat AI terdengar khas. Ia harus konsisten menjaga nada suaranya agar tidak terlalu emosional seperti manusia pada umumnya.
"Ternyata ada satu ciri khas suara AI. Dia itu intonasinya harus seragam. Jadi di bagian belakang kalimatnya itu seperti bertanya lagi. Itu satu. Kedua, intonasinya belakangnya ada yang seragam terus," tutur Dian.
Dian membocorkan, dalam film Esok Tanpa Ibu, penonton akan melihat perkembangan teknologi AI tersebut. Karakter ibu yang ia perankan mengalami beberapa tahap pembaruan sistem seiring berjalannya cerita.
"Di film ini kita juga punya versi beberapa 'AI-bu'. Pertama kali dibikin Zila itu AI-bu 1.0, ada 2.0 juga, dan terakhir ada upgrade lagi ketika ibunya lebih canggih lagi," ucap Dian.
Dian Sastro Jadi Produser dan Pemain Utama di Film Esok Tanpa IbuProyek ini memiliki arti personal yang sangat besar bagi Dian Sastro. Selain debut kolaborasi internasional bersama sepupunya di kursi produser, ia merasa film ini membawa pesan penting bagi para orang tua di Indonesia.
"Aku sebagai pemain dan produser berharap ibu-ibu di Indonesia terwakili sama peran aku. Karena menjadi ibu dari anak remaja itu harus sabar dan gigih berusaha. Aku berharap film ini menginspirasi keluarga untuk bonding dengan anak," ungkap Dian.
"Akan baik sekali mengawali 2026 dengan sesuatu yang positif dan niat baik melalui film ini," ucapnya.
Mothernet atau Esok Tanpa Ibu berkisah tentang perjalanan anak yang berusaha menyambung kembali komunikasi dengan ibunya yang sedang dalam kondisi koma, melalui bantuan kecerdasan buatan (AI).
Film ini kolaborasi internasional yang telah menarik perhatian di berbagai festival film sebelum resmi tayang. Film ini membawa narasi soal bagaimana teknologi bisa menjadi jembatan sekaligus jurang dalam hubungan manusia.
Film Esok Tanpa Ibu sudah tayang di layar lebar pada 22 Januari 2026.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482699/original/032773600_1769240464-1.jpg)



