Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi umum syariah pada 2026 akan mengalami perubahan peta persaingan. Pasalnya, tahun ini akan diwarnai dengan pemenuhan mandat pemisahan atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS).
Pakar ekonomi dan keuangan Islam sekaligus pendiri Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Azwar Karim membeberkan setidaknya ada tujuh UUS yang keluar dari pasar atau mentransfer portofolionya ke perusahaan asuransi syariah lain.
Semula, dia menyebut industri asuransi umum syariah ini diisi oleh pemain-pemain lama yang full fledge sebelum 2026 seperti PT Zurich General Takaful Indonesia, PT Asuransi Askrida Syariah, PT Asuransi Jasindo Syariah, PT Asuransi Takaful Umum, PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia.
“Tapi di tahun 2026 ini ada para pendatang baru, ada sebelas. Yaitu Unit Syariah Asuransi Astra Buana, Unit Syariah Asuransi Sinar Mas, Unit Syariah PT Sompo Insurance Indonesia, Unit Syariah Asuransi Tri Pakarta, Unit Syariah BRI Asuransi Indonesia,” bebernya dalam acara peresmian PT Sinar Mas Asuransi Syariah, di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Kemudian, lanjutnya, ada Unit Syariah PT Asuransi Umum Mega, Unit Syariah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Unit Syariah PT Asuransi Reliance Indonesia, Unit Syariah PT Asuransi Sonwelis, Unit Syariah PT Asuransi Ramayana Tbk, dan Unit Syariah PT Asuransi Central Asia.
“Nah, yang menarik adalah ini ada yang meninggalkan industri. Ada tujuh perusahaan yang tadinya menawarkan jasanya, sekarang meninggalkan industri,” ungkap Adiwarman.
Baca Juga
- Sebanyak 29 Unit Usaha Syariah (UUS) Asuransi Bakal Spin Off pada 2026
- Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga Estimasi Spin Off Rampung Mei 2026
- BTN Targetkan RUPSLB Spin-Off UUS 19 November, Bakal IPO?
Tujuh perusahaan yang dimaksudnya adalah Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967, Unit Syariah PT Asuransi Staco Mandiri, Unit Syariah PT Asuransi Asei Indonesia, Unit Syariah Jasaraharja Putera, Unit Syariah PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, Unit Syariah PT Asuransi Wahana Tata, dan Unit Syariah Asuransi Maximus Graha Persada Tbk.
Menurut Adiwarman, keluarnya tujuh perusahaan dari market membuat munculnya fenomena supply fight. Artinya, terjadi kekosongan supply yang ditinggalkan oleh tujuh perusahaan itu.
“Karena tujuh perusahaan ini meninggalkan industri, maka terjadi perebutan di antara pemain lama dan penantang baru. Ini yang akan terjadi di tahun 2026,” sebutnya.
Akibat pergeseran itu, dia melihat akan ada empat pemain besar di industri asuransi umum syariah. Pertama, Zurich General Takaful Indonesia. Kedua, Askrida Syariah. Ketiga, Unit Syariah Asuransi Astra Buana dan keempat adalah Sinar Mas Asuransi Syariah.
Baginya, masuknya Asuransi Sinar Mas Syariah dan Astra Buana pasca spin-off secara instan mendilusi pangsa pasar Zurich dan Askrida, sekaligus mendepak Jasindo Syariah dan Takaful dari papan atas.
Lebih jauh, Adiwarman mengungkapkan ada peluang baru yang bisa menjadi mesin pertumbuhan di industri asuransi umum syariah.
“Yaitu adanya POJK Nomor 20 Tahun 2023, yang telah membolehkan untuk melakukan suretyship syariah dan syariah credit insurance, nah ini peluang nih,” tegasnya.


