OJK Perkirakan Penurunan Suku Bunga Kredit Akan Terus Berlanjut pada 2026

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan tren penurunan suku bunga kredit perbankan masih akan berlanjut pada 2026. Pada November 2025, rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah berada di level 8,97 persen, atau turun 26 basis poin secara year on year (yoy) dan 4 basis poin secara bulanan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, rata-rata tertimbang suku bunga kredit secara tren telah menunjukkan penurunan dan diperkirakan akan terus berlanjut ke depan.

“Rerata tertimbang suku bunga kredit secara tren menunjukkan penurunan dan diperkirakan akan terus berlanjut,” tutur Dian dalam keterangannya, Senin (26/1).

Dia merinci, suku bunga Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat turun 44 bps (yoy) menjadi 8,24 persen, sementara suku bunga Kredit Investasi (KI) turun 46 bps (yoy) menjadi 8,22 persen. Penurunan tersebut mencerminkan mulai berkurangnya biaya pembiayaan bagi sektor produktif.

Menurut Dian, penurunan suku bunga kredit ini merupakan respons dari kebijakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sepanjang 2025.

Dian menjelaskan umumnya penurunan BI Rate akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dengan jeda waktu beberapa periode.

“OJK melihat bahwa masih terdapat ruang bagi perbankan untuk dapat melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut. Adapun penurunan suku bunga pada masing-masing bank akan tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, terutama terkait dengan biaya dana (Cost of Fund/CoF),” jelas Dian.

OJK mengimbau perbankan agar mengelola strategi pendanaan secara lebih optimal, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong penurunan suku bunga kredit dan dinilai dapat menciptakan ruang yang lebih besar bagi penyesuaian suku bunga kredit.

“OJK senantiasa mengimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya, agar tetap sejalan dengan kondisi pasar dan rasio keuangan yang sehat. Selanjutnya, perbankan juga diminta untuk tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan,” tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Debut Gila Carrick, MU Gaspol Lawan Tim Papan Atas
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Sesi I Naik 0,24 Persen, Rupiah Mulai Menguat ke Rp 16.772 per Dolar AS
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bayi Berkeringat di Malam Hari, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Sosok Irjen Achmad Kartiko Akpol 1991 Letting Kapolri Promosi Kalemdiklat Polri, Mantan Kapolda Aceh
• 44 menit lalutribuntimur.com
thumb
Safari Stadion Saksikan Super League , John Herdman Sebut Nyaman Pantau Pemain Timnas Indonesia Secara Langsung
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.