PSI: Ada Gerakan Sistematis untuk Memfitnah Jokowi

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PSI Bidang Penelitian dan Pengembangan Dedek Prayudi menyebut ada gerakan sistematis untuk memfitnah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikan Dedek saat ditanya terkait maraknya isu liar yang menyudutkan Jokowi. Menurut Dedek, ada orang besar yang sengaja mengorkestrator dengan tujuan menjatuhkan citra Jokowi.

BACA JUGA: PSI Desak Penyidik Segera Tahan Roy Suryo Cs demi Kepastian Hukum dan Ketertiban Umum

"Fitnah kepada Jokowi terbaru memperlihatkan bahwa ini adalah gerakan sistematis. Fitnah bertubi-tubi lewat berbagai isu perlihatkan memang ada orang besar yang mengorkestrasi serangan kepada Jokowi," kata dia saat dihubungi, Senin (26/1).

Ia pun menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara, Refly Harun yang menuding Eggi Sudjana sempat ditawari proyek triliunan rupiah jika meminta maaf kepada Jokowi.

BACA JUGA: Pengamat: Migrasi Kader Partai Mapan ke PSI Cerminkan Pengaruh Jokowi

Tawaran itu menyangkut kasus Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis atas kasus dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan penghasutan terhadap Jokowi.

Dedek meminta kepada Refly lebih baik fokus bekerja sebagai advokat dan mengurangi manuver politik yang berlebihan.

BACA JUGA: Pimpin PSI Jakarta, Elva Farhi Qolbina Dukung Target 1 Juta Anggota

"Sebaiknya Pak Refly fokus saja kepada proses hukum yang sedang menjerat klien nya dan tidak menambah fitnah kepada Pak Jokowi lagi, kurang-kurangi berakrobat politik," imbuh dia. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
• 5 jam lalumerahputih.com
thumb
Menlu Sugiono Ungkap Sikap Indonesia soal Trump Ingin Akuisisi Greenland
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenkes Pastikan Super Flu Menurun dan Terkendali
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Minta Pedagang Kripto Wajib Lapor Aset dan Transaksi Tahun Depan
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lebih dari 230 Jurnalis Tewas di Gaza, UNRWA: Tempat Paling Berbahaya bagi Media
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.