Kata BEI soal Aturan MSCI Jadi Biang Kerok Dana Asing Keluar Rp 38 Triliun

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons analisis Goldman Sachs Group Inc yang memproyeksikan dana asing bakal keluar sekitar US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 38,54 triliun dari pasar modal RI hingga beberapa bulan ke depan. Hal itu imbas dari rencana perhitungan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menggunakan free float.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan, sebenarnya MSCI telah membuka public consultation pada November–Desember tahun lalu. Irvan menyebut MSCI akan menyampaikan keputusan final pada Jumat (30/1).

Menurut Irvan, MSCI menggodok perubahan metodologi perhitungan free float berdasarkan masukan dari para kliennya. Sejalan dengan proses tersebut, BEI telah berkoordinasi dengan MSCI sejak laporan hasil public consultation dirilis.

“Jadi kami menyampaikan metode ini pertama harus diaplikasikan setara ke seluruh negara. Kedua, metode yang digunakan ini menurut kami tidak tepat,” ucap Irvan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/1). 

Tak hanya itu, Irvan juga mengatakan MSCI memiliki metode lain yang bisa digunakan dalam perhitungan free float. Terkait keluarnya dana asing, ia meminta investor untuk menunggu keputusan MSCI 30 Januari. Irvan juga menyebut pasar modal Indonesia saat ini masih menarik. 

“Sebagai, tempat investasi investor asing dengan pertumbuhan jumlah investor, dengan market debt, dengan transaksi yang sekarang sekitar hampir US$ 2 miliar, kami yakin, pasar kami menarik,” ucap Irvan.  

Dia juga mengatakan, BEI terus berinovasi baik dalam produk, mekanisme, maupun permohonan dari investor dan perusahaan tercatat. Ini untuk memastikan informasi selalu tersedia secara transparan, baik dari ritel, industri lokal, maupun investor institusi asing.

Tak hanya BEI, Irvan menyebut beberapa asosiasi dan perusahaan tercatat yang masuk indeks MSCI juga telah menyampaikan surat keberatan terkait proses perhitungan free float oleh MSCI. 

Keberatan BEI

Terkait keberatan terhadap MSCI, Irvan juga menjelaskan metode perhitungan free float seharusnya diberlakukan merata di seluruh negara. Free float Indonesia mencakup investor dari kategori korporasi dan lainnya. Banyak di antaranya investor independen yang aktif melakukan jual-beli dan bukan pihak terkait perusahaan tercatat.

Dalam diskusi dengan MSCI, BEI juga telah menyampaikan data publik secara transparan untuk meluruskan terkait klasifikasi investor dan mendukung proses evaluasi free float.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 3,25 triliun pada periode 19-23 Januari 2026. Torehan tersebut berbalik arah dari catatan transaksi investor asing pada pekan sebelumnya yang mencatatkan net buy sebesar Rp 4,2 triliun. Saham-saham bank jumbo juga ramai dijual investor global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 19 - 23 Januari 2026, investor asing mencatatkan transaksi jual dengan nilai jumbo di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yaitu senilai Rp 3,85 triliun.

Kemudian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dijual asing sebesar Rp 1,33 triliun. Lalu dana investor luar negeri juga mengalir keluar dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sejumlah Rp 419,4 miliar, PT Bank Mandiri Tbk  sebesar Rp 310,9 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 301,7 miliar. 

“Sepanjang 2026 ini (investor asing) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 4,05 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dikutip dari keterangannya, Senin (26/1). 

Rencana MSCI Pakai Data KSEI dalam Perhitungan Free Float 

Sebelumnya Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjajaki masukan dari para pelaku pasar terkait rencana pemanfaatan Monthly Holding Composition Report yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).    

Mereka tengah mempertimbangkan untuk menggunakannya sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float saham emiten Indonesia. Free float adalah porsi saham yang dimiliki oleh publik atau masyarakat, tidak termasuk saham yang dikuasai oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham mayoritas, komisaris, direksi, maupun karyawan perusahaan.  

Adapun selama ini emiten di Indonesia hanya diwajibkan melaporkan kepemilikan saham ≥5% kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, data KSEI mencakup kepemilikan di bawah 5% serta memberikan klasifikasi jenis pemegang saham. 

Hal itu nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih detail dan akurat mengenai struktur kepemilikan saham pada suatu emiten. MSCI mengusulkan agar estimasi free float ditetapkan berdasarkan nilai terendah antara dua perhitungan berikut: 

  1. Free float yang dihitung menggunakan data kepemilikan yang dilaporkan oleh emiten dalam keterbukaan informasi, laporan, maupun siaran pers, sesuai metodologi MSCI. 
  2. Free float yang diestimasi menggunakan data KSEI, dengan mengklasifikasikan saham script (yang tidak tercatat di data KSEI) serta kepemilikan korporasi (lokal dan asing) dan kategori others (lokal dan asing) sebagai non–free float. 

Sebagai alternatif, MSCI juga mempertimbangkan pendekatan lain, yakni menghitung estimasi free float berdasarkan data KSEI dengan mengklasifikasikan saham script dan kepemilikan korporasi sebagai non–free float, namun tanpa memasukkan kategori others dalam perhitungan tersebut. 

MSCI akan membuka periode konsultasi hingga 31 Desember 2025, dan hasilnya dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila proposal ini disetujui, perubahan metodologi tersebut akan mulai diterapkan pada review indeks Mei 2026 mendatang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Jakbar Janji Sampah di Pinggir Jalan Kali Mookervart Bersih Hari Ini
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Kodam Siliwangi Telusuri Info 23 Prajurit TNI Hilang Akibat Longsor Cisarua
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Myanmar Gelar Fase Terakhir Pemilu Nasional Pertama Sejak Kudeta 2021
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Banjir dan Longsor Terjang Pemalang, 1 Warga Tewas 2 Hilang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
PGN (PGAS) Gandeng REI Perkuat Pengembangan Infrastruktur Jargas
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.