JAKARTA, KOMPAS.com – Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menargetkan gunungan sampah sisa banjir yang berderet di pinggir jalan Kali Mookervart, Jalan Kembangan Baru, Rawa Buaya, Cengkareng, tuntas diangkut hari ini, Senin (26/1/2026).
Tumpukan sampah yang didominasi perabotan rumah tangga berukuran besar itu terpantau mengular hingga sekitar 500 meter dan menutupi sebagian badan jalan usai banjir melanda sejak pekan lalu.
"Saya pastikan, sudah diinstruksikan kepada Kasudin LH (Lingkungan Hidup) untuk mengangkut semuanya agar selesai pada hari ini juga," ujar Iin saat meninjau penanganan banjir di Kali Sepak, Kembangan, Senin.
Baca juga: 415 Personel Gerebek Lumpur di Kali Mookevart, Bekerja Selama 129 Hari
Pihaknya tidak menoleransi keterlambatan pengangkutan, mengingat cuaca dapat memburuk kapan saja.
Jika armada truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) tidak mencukupi karena volume sampah yang masif, ia memerintahkan unit kerja perangkat daerah (UKPD) lain untuk turun tangan.
"Jika Sudin LH terbatas armadanya, saya sudah perintahkan untuk Sudin lain membantu yang memiliki truk untuk mengangkut sampah. Sehingga tidak ada lagi sampah tersisa dan wilayah kembali bersih," ucap Iin.
Terkait sampah yang menumpuk di pinggir jalan, Iin menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari strategi penanganan darurat.
Karena truk sampah sulit masuk ke gang-gang sempit permukiman, warga diminta mengeluarkan sampah ke titik kumpul di pinggir jalan inspeksi agar mudah diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Sampah-sampah itu sementara yang belum bisa terangkut kemarin sebanyak 20 truk sudah terangkut. Sisanya hari ini saya akan pastikan semua jajaran turun," kata Iin.
Menurut Iin, tumpukan sampah yang terjadi kali ini bukan sekadar limbah sisa banjir biasa, melainkan fenomena "banjir sampah" dari wilayah lain.
Baca juga: Bisa Dapat Emas hingga Springbed, Kardi Raup Rp 600.000 dari Sampah Banjir di Kembangan
Ia menyebut sampah-sampah tersebut mayoritas bukan berasal dari warga setempat, melainkan kiriman yang terbawa arus banjir di sungai hingga tersangkut di Jakarta Barat.
"Sampah ini kan tidak hanya dari permukiman warga saja, tetapi sampah yang berasal dari aliran wilayah lain yang melalui kali ke Jakarta Barat," jelasnya.
Hal tersebut terbukti dari banyaknya mebel atau perabotan rumah tangga utuh yang hanyut dari aliran Kali Pesanggrahan dan Kali Sepak, sebelum bermuara ke Kali Mookervart.
"Jadi kita tadi pagi pun saya melihat di Kali Sepak ini banyak mebeler itu ya, kursi-kursi itu melalui Kali Sepak," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, banjir yang merendam kawasan Cengkareng, Jakarta Barat menyisakan gunungan sampah yang memanjang di sepanjang pinggir jalan di sisi Kali Mookervart.




