Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif Pascabanjir

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Aceh Tamiang

Kabar baik datang dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan mulai kembali berjalan normal setelah sebelumnya terdampak banjir.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah yang saat ini tengah menuntaskan proses pembersihan lingkungan sekolah. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan seluruh proses pembersihan dapat rampung dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan.

Salah satu sekolah yang telah kembali beraktivitas adalah SDN Tanjung Binjai. Kepala sekolah, Rosydha Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mempercepat pemulihan sekolah pascabencana.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri dan seluruh jajaran yang telah memberikan bantuan dana pembersihan sekolah,” ujar Rosydha dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dana tersebut telah dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan pembersihan sekolah, mulai dari pembelian alat-alat kebersihan hingga kebutuhan operasional selama proses berlangsung.

Apresiasi serupa juga disampaikan perwakilan guru SDN Tanjung Binjai, Hasanah Lubis. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu sekolah dalam menghidupkan kembali proses pembelajaran.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri atas bantuan dana kebersihan bagi sekolah yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami warga sekolah. Alhamdulillah, sekolah kami kini sudah kembali aktif seperti semula,”jelasnya.

Bantuan dana pembersihan dari Kemendikdasmen menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana alam. Komitmen tersebut sebelumnya juga ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang pada 5 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, semangat belajar peserta didik tidak boleh terhenti meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana akibat bencana.

Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar tidak kehilangan harapan dan cita-cita.

“Anak-anak adalah harapan Indonesia di masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,”kata Mu’ti.

Berdasarkan data per 5 Januari 2026, pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan di wilayah Aceh. Bantuan tersebut meliputi 15.500 paket school kit, 97 unit tenda, 100 ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,2 miliar, serta dukungan layanan psikososial senilai Rp300 juta.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pendidikan sekaligus memastikan hak belajar anak-anak tetap terpenuhi meski berada dalam situasi pascabencana.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persib Bandung Resmi Gaet Bek Eks PSG
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komdigi Blokir 2,7 Juta Konten Negatif Sepanjang 2025, Terbanyak Judol
• 52 menit laludetik.com
thumb
Seabad Ramalan Tesla: Mengapa Kita Masih Tersesat di Persimpangan?
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Sekadar Update Spek, MacBook Pro 2026 Dirumorkan Siap Bawa Perubahan Desain Terbesar Sejarah Apple
• 12 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pecah Bintang! Ini Daftar Perwira Polri Jadi Jenderal di Januari 2026
• 21 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.